Salam
Pasar Murah, Solusi Sementara
DI tengah lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik, kehadiran pasar murah di berbagai wilayah Aceh
DI tengah lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik, kehadiran pasar murah di berbagai wilayah Aceh menjadi angin segar bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, bekerja sama dengan Bulog Lhokseumawe, menggelar kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap daya beli warga yang kian tertekan. Empat komoditas utama--beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam–dijual dengan harga subsidi, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Sebuah paket sembako yang terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, dan telur ayam 1 papan hanya ditebus dengan Rp 146.000.
Antusiasme warga terlihat jelas saat pasar murah digelar di halaman Kantor Camat Peulimbang, Sabtu (6/9/2025). Meski matahari menyengat, ratusan warga dari berbagai gampong rela mengantre sejak pukul 09.00 WIB, satu jam sebelum pasar dibuka. Kaum ibu mendominasi antrean, sebagian membawa payung, sebagian lainnya menggunakan lembaran fotokopi Kartu Keluarga sebagai pelindung dari panas. Bahkan para bapak pun tak mau kalah, menjadikan fotokopi KTP sebagai penutup kepala. Pemandangan ini menggambarkan betapa besar harapan masyarakat terhadap program pasar murah.
Namun, di balik semaraknya kegiatan ini, kita perlu melihat lebih dalam bahwa pasar murah bukanlah solusi jangka panjang. Ia hanya menjawab kebutuhan sesaat, tanpa menyentuh akar persoalan yang lebih kompleks. Kuota terbatas, waktu pelaksanaan yang tidak rutin, serta cakupan wilayah yang belum menyeluruh membuat manfaatnya tidak bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Dalam banyak kasus, warga yang datang terlambat atau tidak memiliki dokumen persyaratan terpaksa pulang dengan tangan kosong.
Kita patut mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menghadirkan pasar murah, apalagi kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan menekan laju inflasi. Namun, apresiasi tidak boleh mengaburkan kebutuhan akan solusi yang lebih sistemik. Harga beras yang masih tinggi, misalnya, menunjukkan bahwa ada persoalan mendasar dalam rantai distribusi dan produksi pangan. Ketergantungan pada subsidi dan intervensi sesaat tidak akan cukup untuk menciptakan stabilitas harga yang berkelanjutan.
Pemerintah perlu merancang kebijakan yang lebih komprehensif, mulai dari penguatan sektor pertanian lokal, efisiensi distribusi, hingga pengawasan terhadap praktik spekulasi harga. Selain itu, transparansi dalam penyaluran bantuan dan subsidi harus dijaga agar tidak menimbulkan ketimpangan atau kecemburuan sosial. Pasar murah seharusnya menjadi bagian dari strategi yang lebih besar, bukan satu-satunya andalan dalam menghadapi krisis harga.
Kita juga tidak boleh melupakan peran masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Edukasi tentang konsumsi bijak, diversifikasi bahan pangan, dan dukungan terhadap produk lokal bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar. Ketika masyarakat diberdayakan, mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga aktor penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi.
Akhirnya, pasar murah adalah cerminan dari kepedulian, tetapi juga pengingat bahwa kita belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Ia adalah solusi sementara yang harus segera diikuti dengan langkah-langkah permanen. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus duduk bersama, merumuskan strategi jangka panjang yang mampu menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi semua. Karena kebutuhan hidup tidak bisa menunggu, dan keadilan ekonomi harus menjadi hak, bukan harapan.
Jika solusi sementara terus dijadikan andalan, maka kita hanya akan berputar dalam lingkaran darurat yang tak kunjung selesai. Masyarakat butuh kepastian, bukan sekadar keringanan sesaat. Sudah waktunya pemerintah berhenti menambal, dan mulai membenahi dari akar masalahnya.(*)
POJOK
Istana pastikan seluruh tuntutan rakyat ditindaklanjuti
Tapi, tuntutan Aceh pisah dari RI tak ditindaklanjuti, kan?
Gaji anggota DPR Rp 65 juta masih disorot
Ini mungkin biaya untuk duduk, dengar, dan diam iya?
Zelensky minta Putin datang ke Kyiv
Putin minta Zelensky datang ke Moskow
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasar-murah_bireuen_6-September-2025.jpg)