Berita Banda Aceh

Dampingi Anak Belajar Daring, Bunda PAUD Aceh Tawarkan Kiat Hadapi Tantangan Dimasa Pandemi

"Siasat yang kita lakukan adalah memberi pemahaman  kepada orang tua, terkait pembelajaran jarak jauh dan juga mengajak orang tua bersama-sama membuat

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Nurul Hayati
HUMAS PEMERINTAH ACEH
ILUSTRASI - Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati, memberi materi pada acara Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Tingkat Kota, Kecamatan, Gampong se- Kota Sabang, di Aula Balai Kota Sabang, Sabtu, (2/10/2021). 

"Siasat yang kita lakukan adalah memberi pemahaman  kepada orang tua, terkait pembelajaran jarak jauh dan juga mengajak orang tua bersama-sama membuat kegiatan pembelajaran bagi anak-anaknya," kata Dyah.

Laporan Mawaddatul Husna I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Dyah Erti Idawati, menceritakan berbagai tantangan dan kendala dalam penyelenggaraan pembelajaran daring bagi anak-anak usia dini selama pandemi kepada Bunda PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Franka Makarim. 

Selain tantangan, ia juga menyampaikan berbagai upaya dalam memperkuat dan menjaga kualitas pendidikan anak-anak di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Dyah Erti secara daring dalam acara Hari Inspirasi Oase Kabinet Indonesia Maju Bergerak Bersama Menuju PAUD berkualitas, yang digelar secara daring dan luring, Kamis, (4/11/2021).

Dyah mengatakan, ada beberapa tantangan dalam pembelajaran daring.

Antaranya adalah terbatasnya kepemilikan alat teknologi pendukung dan jaringan internet yang merata di seluruh Aceh.

Hal tersebut menjadi kendala bagi anak-anak di beberapa wilayah, untuk tetap belajar dengan baik di masa pandemi.

Baca juga: Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Komit Perkuat PAUD Gampong

"Selain itu, banyak juga keluhan dari orang tua dalam mendampingi anaknya belajar daring. Sebab di waktu bersamaan, para orang tua  harus mengerjakan pekerjaan lainnya," ujar Dyah.

Dyah mengatakan, kedua permasalahan tersebut membuat pembelajaran dan ilmu yang diterima anak-anak selama masa pandemi menjadi kurang maksimal.

Meskipun demikian, kata Dyah, pihak Bunda PAUD Aceh tetap komit menciptakan PAUD berkualias.

Pihaknya terus melakukan berbagai upaya, untuk menjaga dan mendorong kualitas pembelajaran di tengah tantangan tersebut.

"Siasat yang kita lakukan adalah memberi pemahaman  kepada orang tua, terkait pembelajaran jarak jauh dan juga mengajak orang tua bersama-sama membuat kegiatan pembelajaran bagi anak-anaknya," kata Dyah.

Selain itu, Bunda PAUD Aceh juga mendorong agar para guru PAUD mendatangi langsung rumah muridnya secara berkala, dengan membuat kelompok belajar kecil dan terbatas di satu rumah.

Baca juga: Disdik Gayo Lues Adakan Gebyar PAUD untuk Tumbuhkan Kreativitas Anak

Oleh sebab itu, terkait akan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Dyah mengatakan, pihaknya sangat menyambut dengan baik.

Berbagai upaya dipersiapkan untuk digelarnya PTM, seperti melakukan vaksinasi kepada tenaga pendidik.

Sementara Bunda PAUD Nasional, Hj Wury Estu, saat membuka acara tersebut mengatakan,  usia 0 sampai 8 tahun merupakan usia emas pertumbuhan anak.

Pada usia tersebut begitu mudah menyerap berbagai pembelajaran, mulai dari membaca hingga berinteraksi dengan sesama.

Namun semua proses cara pembelajaran tersebut, terhambat selama masa pandemi Covid-19.

"Oleh sebab itu, kita sebagai orang tua harus menggalakkan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan jarak jauh, untuk memulihkan proses pembelajaran proses pendidikan anak usia PAUD," kata Wury.

Wury berharap, hari oase kabinet Indonesia maju dapat menjadi wadah menyatukan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan PAUD berkualitas.

Wury mengajak seluruh Bunda PAUD di Indonesia, untuk menjalankan tiga aksi bersama dalam rangka meningkatkan kualitas PAUD di tanah air.

Yaitu, menghadirkan lingkungan kerja kaya keaksaraan, kolaborasi dalam pendampingan guru PAUD oleh para mitra, dan peningkatan akses ke buku bacaan anak.

"Ketiga aksi tersebut adalah cara kita memulihkan kembali pembelajaran berkualitas PAUD, sehingga anak-anak seluruh Indonesia dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas," kata Wury. (*)

Baca juga: Potret Sekolah Pedalaman di Aceh Utara, PAUD dan SD Digabung, Guru Hanya Tamat SMP

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved