Breaking News:

Berita Langsa

Dua Terpidana Maisir di Langsa Dicambuk, Satu Orang Disanksi 18 Kali, 1 Orang Lagi 6 Kali Cambukan

Dua terpidana maisir yang terbukti bersalah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, Kamis (4/11/2021), dihukum cambuk.

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Algojo sedang mengeksekusi cambuk terhadap terpidana maisir, Kamis (4/11/2021). 

Laporan Zubir | Langsa 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dua terpidana maisir yang terbukti bersalah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, Kamis (4/11/2021), dihukum cambuk masing-masing 18 kali dan 6 kali.

Pelaksanaan uqubat takzir cambuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa yang difasilitasi Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa itu berlangsung di halaman Kantor Dinas Syariat Islam setempat. 

Dua terpidana masing-masing yaitu TM Ridka (27), sesuai putusan Majelis Hakim Mahkamah Syariah Langsa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Warga Lorong Utama 1, Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro ini menjalani uqubat takzir cambuk sebanyak 6 kali setelah dipotong masa tahanan 2 hari atau dari putusan 8 kali cambuk

Sedangkan, Sadeli, warga Dusun Jawa Baru, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, terbukti melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Terpidana menjalani uqubat takzir cambuk sebanyak 18 kali dari total sebanyak 20 kali, setelah dikurangi masa penahanan yang telah dijalani 2 hari.

Baca juga: PNS Janda Pelakor dan Pria Beristri di Abdya Dicambuk 100 Kali, Kesakitan, Eksekusi Sempat Terhenti

Baca juga: YARA Desak Kejari Eksekusi Mantan Kadis Perikanan Aceh Timur, Divonis 15 Kali Cambuk oleh MA

Baca juga: Apes! Hanya Untung Rp 5 Ribu Per 1B, Dua Agen Chip Domino Asal Teunom Kini Terancam 55 Kali Cambukan

Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa, Aji Asmanuddin, SAg, MH mengatakan, dua warga Langsa yang menjalani cambuk tersebut karena dinyatakan bersalah melanggar Qanun Jinayah di Mahkamah Syariah Langsa.

Menurut Aji Asmanuddin, dengan adanya pelaksanaan hukuman cambuk ini bisa menjadi pelajaran bagi warga lainnya agar tidak lagi melakukan pelanggaran syariat Islam, baik maisir dan lainnya. 

"Kita harap eksekusi cambuk hari ini bisa menjadi pelajaran dan iktibar bagi yang lainnya, sehingga daerah kita ini ke depan bersih dari perbuatan-perbuatan maksiat," tutupya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved