Video
VIDEO - Warga Korut Mulai Kelaparan, Kim Jong Un Izinkan Warga Makan Angsa Hitam
Rezim Korea Utara mulai mengizinkan masyarakatnya untuk memakan angsa hitam, kelinci, hingga ikan lele dalam menghadapi krisis pangan.
Penulis: Syukrillah Al-Amin | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM – Pernyataan Kim Jong Un terbaru yang mengungkapkan bencana kelaparan di Korea Utara memantik keprihatinan dunia.
Sebagai negara yang terus memperkuat persenjataannya, kini mulai menghadapi wabah kelaparan.
Ekonomi Korea Utara juga runtuh akibat penutupan perbatasan dengan China sejak pandemi Covid-19 melanda.
Selain itu, sanksi PBB atas program nuklir dan rudal balistiknya juga menambah kesengsaraan di negara komunis ini.
Rezim Korea Utara mulai mengizinkan masyarakatnya untuk memakan angsa hitam, kelinci, hingga ikan lele dalam menghadapi krisis pangan.
Himbauan untuk memulai konsumsi angsa hitam adalah salah satu cara tak lazim yang dilakukan Korea Utara untuk menanggulangi krisis pangan.
Belakangan ini, Kim juga memerintahkan agar semua pria sehat menanam biji-bijian yang masih tersedia.
Menurut laporan agen mata-mata Korea Selatan pada pekan lalu, Kim mengaku kekurangan pangan di negaranya membuatnya merasa "berjalan di sungai yang sedikit beku".
Pada Juli tahun lalu, tentara Korea Utara dan keluarga mereka diperintahkan untuk memelihara kelinci, lapor DailyNK.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau penduduknya untuk mengurangi makan setidaknya sampai tahun 2025, menurut laporan.
Menurut laporan, harga pangan melambung tinggi hingga terjadi kematian akibat kelaparan.
"Situasi pangan saat ini sudah jelas darurat, dan orang-orang berjuang dengan kekurangan."
"Ketika pihak berwenang memberi tahu bahwa masyarakat perlu menghemat dan mengonsumsi lebih sedikit makanan hingga tahun 2025, mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain merasa sangat putus asa," kata seorang penduduk kota perbatasan Sinuiju kepada Layanan RFA Korea pada 21 Oktober.
Lebih lanjut, sumber anonim ini mengatakan kepada RFA, pengumuman untuk 'mengencangkan ikat pinggang' alias mengurangi makan menimbulkan ketidakpercayaan dan kebencian kepada rezim.
Dikutip dari SCMP, sejumlah media pemerintah telah memulai kampanye makanan alternatif seperti daging angsa hitam yang merupakan bahan pangan tinggi protein dan memiliki kandungan anti-karsinogenik.