Selasa, 2 Juni 2026

Pengeringan Kakao

Warga Putri Betung Panen Coklat, Manfaatkan Bahu Jalan untuk Pengeringan

Warga di kecamatan Putri Betung yang merupakan daerah perbatasan dengan Kutacane, Aceh Tenggara tersebut, merupakan daerah penghasil kakao terbesar se

Tayang:
Penulis: Rasidan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Warga di beberapa desa di Kecamatan Putri Betung Galus memanfaatkan bahu jalan di lintasan Blangkejeren Kutacane untuk tempat pengeringan dan penjemuran biji kakao, Kamis (4/11/2021). 

Laporan Rasidan I Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Warga di beberapa desa di Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues memanfaatkan bahu jalan untuk pengeringan biji coklat (kakao).

Pengeringan dengan menggunakan bahu jalan lebih cepat dibandingkan di tempat lainnya, sehingga banyak warga memanfaatkan bahu jalan untuk tempat penjemuran hasil pertanian berupa kakao.

Warga di kecamatan Putri Betung yang merupakan daerah perbatasan dengan Kutacane, Aceh Tenggara tersebut, merupakan daerah penghasil kakao terbesar selama ini di kabupaten itu.

Baca juga: Dua Terpidana Maisir di Langsa Dicambuk, Satu Orang Disanksi 18 Kali, 1 Orang Lagi 6 Kali Cambukan

Bahkan saat ini warga Putri Betung di kabupaten tersebut sedang memasuki musim panen.

"Harga biji kakao yang sudah kering saat ini ditampung agen penampung atau pengumpul berkisar Rp 25.000 hingga Rp 27.000 per kilogram, harga itu tergantung dengan kualitas dan hasil penjemurannya," kata Sri Wahyuni petani kakao di Putri Betung dibenarkan sejumlah petani lainnya, kepada Serambinews.com, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Dua Pelaku Pencurian Mobil Ditangkap, Polisi Amankan Barang Bukti Mobil Pick Up

Menurut petani tersebut, penjemuran kakao di bahu jalan itu hasilnya lebih cepat kering dibandingkan dengan ditempat lain, sehingga banyak warga memanfaatkan di kanan kiri bahu jalan lintasan nasional Blangkejeren Kutacane tersebut untuk tempat pengeringan.

Secara terpisah, sejumlah pengendara mengaku, dengan maraknya warga yang memanfaatkan kanan kiri bahu jalan untuk tempat penjemuran kakao, badan jalan terlihat sempit, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas.

"Kita berharap tidak ada terjadi kecelakaan yang disebabkan penjemuran hasil pertanian tersebut, dengan memanfaatkan bahu jalan itu. Namun hal ini juga harus menjadi perhatian yang serius dari semua instansi terkait untuk ke depannya," sebutnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved