Dubai Expo 2020
Forum Bisnis Aceh Tarik Minat Investor Mancanegara di Dubai Expo 2020
Kita optimis dengan adanya Forum Bisnis ini, prospek investasi di Aceh dapat disosialisasikan dengan lebih luas kepada masyarakat internasional dan Ti
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh turut ambil bagian dalam even Dubai Expo 2020 di Uni Emirat Arab (UEA) yang diselenggara pada 29 Oktober-4 November 2021.
Pada kegiatan ini, Pemerintah Aceh menyelenggarakan Forum Bisnis untuk menarik minat investasi di kalangan pelaku usaha mancanegara yang hadir pada perhelatan even Dubai Expo 2020.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Pedagangan Sabang (BPKS), serta PT Pembangunan Aceh (PEMA).
Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain melalui rilis yang diterima Serambinews.com, Sabtu (6/11/2021) mengatakan pihaknya sangat antusias berpartisipasi dalam Forum Bisnis.
Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu, Pria Tua Ini Bunuh 2 Wanita dan Lecehkan Ratusan Mayat di Kamar Jenazah
Menurutnya, Sabang masih memerlukan investasi khususnya di pengelolaan pelabuhan dan sektor pariwisata.
"Kita berharap dengan adanya Forum Bisnis ini dapat mengekpose potensi Sabang, terutama dari segi keunggulannya sebagai lokasi strategis dalam jalur perdagangan dunia," katanya.
Sementara Kepala DPMPTSP Aceh, Marthunis mengatakan Forum Bisnis Aceh yang diadakan pada World Expo Dubai kali ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih dalam kepada calon investor mancanegara, dan khususnya kepada kalangan pelaku usaha di Uni Emirat Arab.
Baca juga: Istri Kembali ke Pelukan Suami Setelah 11 Bulan Kerja di Arab Saudi, Tangis Haru Pecah di Bandara
"Kita optimis dengan adanya Forum Bisnis ini, prospek investasi di Aceh dapat disosialisasikan dengan lebih luas kepada masyarakat internasional dan Timur Tengah," kata Marthunis.
Forum Bisnis diselenggarakan dengan mengusung 10 topik tentang potensi dan proyek investasi di Aceh.
Di antaranya topik pengembangan pariwisata di Pulau Banyak, Aceh Singkil dan pelaku usaha di bidang pariwisata dan perhotelan.
Sayangnya, penandatangan MoU dengan Murban Energy terkait investasi di Pulau Banyak ditunda.
Selain itu, Pemerintah Aceh juga turut memaparkan potensi investasi pada pengembangan kawasan ekonomi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kawasan Perdagangan Bebas Sabang (FTZ) dan Pelabuhan Perikanan Internasional (PPS) Kutaraja, Lampulo.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dubai-8ijnm.jpg)