Harga Melinjo Naik Rp 2.000 Kg
Selama dua pekan terakhir, pasokan biji Melinjo di Pidie minim. Akibatnya, harga biji melinjo di tingkat agen pengumpul
SIGLI - Selama dua pekan terakhir, pasokan biji Melinjo di Pidie minim. Akibatnya, harga biji melinjo di tingkat agen pengumpul mulai naik.
Agen pengumpul, Abdurrahman kepada Serambi, Jumat (5/11/2021) di pusat pasar melinjo Kota Beureunun, Kecamatan Mutiara, Pidie mengatakan, meski tergolong naik secara tipis, namun harga bahan baku utama untuk emping kini memberikan gairah bagi para petani kebun. "Sebelumnya, sembilan hari lalu harga biji Melinjo berada pada posisi kisaran Rp 14.000/bambu hingga Rp 15.000/bambu," sebutnya.
Namun, dikarenakan pasokan dalam dua pekan menurun dari para agen penampung serta musim panen biji melinjo yang minim, maka memberikan dampak terhadap naiknya harga. Sampai dua hari terakhir, harganya pun berada pada kisaran Rp 17.000/bambu.
Umumnya, biji melinjo selama ini dikumpulkan oleh puluhan agen penampung baik di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya (Pijay) maupun beberapa Kecamatan di Kabupaten Pidie. Seperti di Kecamatan Keumala, Pidie, Tiro, Simpang Tiga, Kembang Tanjong, serta Mutiara Barat, dan Mutiara Timur.
"Ekses naiknya harga biji melinjo, juga memberikan pengaruh kepada naiknya harga emping melinjo yaitu emping jenis kualitas super dari Rp 50.000/Kg kini menjadi Rp 60.000/Kg. Sedangkan kwalitas lose dari 40.000/Kg menjadi Rp 50.000/Kg," ungkap Abdurrahman.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menyukat-biji-melinjo.jpg)