Banjir Mulai Surut di Aceh Selatan dan Aceh Barat, BMGK Ingatkan Potensi Hujan
Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat, pada Sabtu (6/11/2021) sudah mulai surut
MEULABOH - Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat, pada Sabtu (6/11/2021) sudah mulai surut. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai menyusul hujan lebat yang mengguyur kedua daerah tersebut dua hari terakhir.
Banjir mulai terjadi di Aceh Selatan sejak Jumat (5/11/2021) pukul 16.00 WIB. Air merendam rumah warga di beberapa kecamatan dengan ketinggian berkisar 20-50 cm. Data yang diperoleh Serambi, banjir antara lain terjadi di Kecamatan Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Timur, Kluet Selatan, Trumon Timur, Sawang, dan Kecamatan Kota Bahagia.
Sejak tadi malam, petugas Tim Damkar PB BPBD turun ke lokasi bersiaga jika banjir semakin parah. Alhamdulillah, pasa Sabtu kemarin banjir mulai surut seiring hujan yang mereda. Polres Aceh Selatan juga ikut turun memantau langsung kondisi banjir di beberapa kecamatan.
Saat melakukan peninjauan, Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho SIK SH MH didampingi Sekdakab Aceh Selatan, Cut Syazarisman SSTP dan Kasat Lantas Iptu Alfin Syahrin, mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan jikwa sewaktu-waktu debit air kembali naik. Dia juga memerintahkan jajaran Polsek untuk selalu memantau perkembangan banjir di wilayah hukumnya masing-masing.
“Kepada masyarakat, kita minta jangan dulu beraktivitas di tempat yang rawan banjir, karena berbahaya jika terjadi banjir susulan,” imbau Kapolres.
Sementara itu berdasarkan pantauan Muspika Kluet Timur, banjir telah merendam ratusan hektare areal persawahan yang baru ditanami padi. Banjir juga mengakibatkan kerusakan beberapa jembatan di jalan penghubung Kluet Timur dengan Kluet Tengah.
Aceh Barat
Sementara di Kabupaten Aceh Barat, banjir terjadi di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen. Banjir terjadi sejak Jumat (5/11/2021), pukul 20.22 WIB akibat luapan Krueng Meureubo. Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 cm.
“Luapan sungai terjadi sejak pukul 20.22 WIB tadi malam, dan puluhan rumah warga kita mulai terendam,” kata Keuchik Seumantok, Raja Radan, kepada Serambi, Jumat (5/11/2021) malam.
Pada Sabtu kemarin, banjir dilaporkan sudah mulai surut. Tidak ada warga yang mengungsi dan tidak ada kerusakan yang berarti akibat banjir tersebut. Namun yang menjadi persoalan ada, semakin sering banjir terjadi di Desa Seumantok, desa yang sebelumnya tidak pernah dilanda banjir.
“Dulu kawasan Desa Seumantok bebas banjir. Akan tetapi setelah ada proyek Irigasi Lhok Guci, hampir setiap tahun terjadi banjir,” ungkap Raja Radan.
Peringatan BKMG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan disertai petir di wilayah barat selatan Aceh. Potensi tersebut akan terjadi hingga dua hari kedepan sehingga menjadi rawan banjir.
Data diperoleh Serambi, Sabtu (5/11/2021) dari BMKG Stasiun Meteorologi Nagan Raya, potensi hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat terjadi pada delapan kabupaten. Sedangkan potensi petir terjadi dari sore hingga malam hari. "Waspadai potensi hujan lebat disertai petir," kata Prakirawan BMKG Nagan Raya, Almira Apriliyanti sebagaiaman dikutip Serambi dari grop BMKG.
Musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat, meskipun hal itu disebabkan meluapnya air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi, tetapi ada beberapa faktor lain yang ikut memicunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/s-aceh-selatan-akbp-ardanto-nugroho-sik-sh-mh-menin.jpg)