Didukung, Satgas Antimafia Bola Awasi Pra-PORA

Sejumlah kalangan mendukung keterlibatan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola mengawali pertandingan di Prakualfikasi Pekan Olahraga Aceh

Editor: bakri
ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (tengah) didampingi Ketua Komite Disiplin PSSI, Erwin Tobing (kanan) dan Sekjen PSSI, Yunus Nusi (kiri) memberikan keterangan pers terkait dugaan pengaturan skor Perserang Serang pada Liga 2 2021 di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Menurut Mochamad Iriawan, laporan tersebut merupakan komitmen PSSI guna melimpahkan dugaan pengaturan skor dalam pertandingan di Liga 2 2021 ke aparat kepolisian. 

BANDA ACEH - Sejumlah kalangan mendukung keterlibatan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola mengawali pertandingan di Prakualfikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) cabang sepakbola.

Kehadiran Satgas Antimafia Bola untuk mencegah terjadinya pengaturan skor. Kecuali itu, adanya pengawasan terhadap perangkat pertandingan atau wasit nakal. Sehingga, Pra-PORA bisa berlangsung fair dan menjunjung sportivitas.

Sebagaimana diketahui, cabang Pra-PORA berlangsung di empat kota/kabupaten. Grup A tuan rumah Aceh Singkil, Aceh Besar (Grup B), Gayo Lues (Grup C), dan Kota Langsa (Grup D). Pra-PORA diikuti oleh 20 kesebelasan minus tuan rumah PORA 2022, Pidie, dan juara bertahan Kota Lhokseumawe.

Sebelumnya, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Aceh Barat meminta Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola mengawasi setiap pertandingan  Pra-PORA cabang sepakbola. "Pengawasan Satgas sangat dibutuhkan agar tidak ada kecurangan dalam setiap pertandingan," tegas Wakil Manajer Pra-PORA Aceh Barat, Teuku Agus Muharris kepada Antaranews, Rabu (3/11/2021).

Penegasan ini dia sampaikan seusai menghadiri pertemuan manajer Grup B di Kantor KONI Aceh Besar. Teuku Agus Muharris mengaku, dengan adanya pengawasan Satgas Antimafia Bola Polda Aceh, maka setiap pertandingan akan berjalan baik, sehingga dapat menciptakan kualitas sepak bola dengan mengedepankan azas sportivitas.

"Jadi, dengan adanya pengawasan ketat, kami yakin tim yang akan lolos nantinya benar-benar murni karena prestasi, bukan ada hal lain yang merugikan tim lainnya," tegasnya. Ada pun tim Grup B, yakni Aceh Besar, Aceh Barat, Pidie Jaya, Banda Aceh, dan Sabang.

Seperti diketahui, kehadiran Satgas Mafia Antibola merupakan lanjutan kerjasama antara Mabes Polri dengan PSSI. Khusus untuk Provinsi Aceh, Satgas Mafia Antibola sudah dibentuk Polda Aceh sejak tahun 2020 lalu. Bahkan, mereka sudah action saat laga pembuka Liga 1 musim 2020 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya.

“Kami berharap supaya Satgas Mafia Antibola mengawasi pertandingan Pra-PORA di empat lokasi. Kita tak mau ajang seleksi pemain muda ini ada pengaturan. Selain itu, perlu juga diawasi perangkat pertandingan atau wasit nakal. Ini semata-mata agar ajang Pra-PORA bersih dari mafia,” ungkap sejumlah kalangan.(ant/ran/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved