Sekolah Alam
Siswa Sekolah Alam Bireuen Antusias Ikut Kegiatan Outbond
Disebutkan, dalam pilar leadership antara lain berupa kegiatan outbound training, pramuka, kegiatan mendukung, melatih kepemimpinan bagi anak.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sejumlah siswa PAUD, SD dan SMP Sekolah Alam Bireuen (SABIR) di Gampong Buket Teukuh, Kota Juang, Bireuen, Sabtu (6/11/2021) menggelar di area sekolah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti kegiatan flying fox, dilanjutkan panjat jaring laba-laba, kemudian permainan memasukkan air dalam botol dengan peserta per-kelompok, dan lainnya didampinggi para guru.
Direktur Pendidikan SABIR, Sari Dewi SE AK juga sebagai kepala SMP, menjelaskan, para siswa SABIR mengikuti outbound training, bagian dari kurikulum leadership di Sekolah Alam Bireuen.
"Di sekolah alam ini, ada empat pilar yaitu pertama pilar akhlak, kedua pilar logika, ketiga pilar leadership, ke empat pilar entrepreneur," sebutnya.
Disebutkan, dalam pilar leadership antara lain berupa kegiatan outbound training, pramuka, kegiatan mendukung, melatih kepemimpinan bagi anak.
Baca juga: Dinilai Cenderung Untungkan Pekebun Kaya, Pemerintah Diminta Revisi Juknis Program Sarpras Sawit
"Jadi dari kecil anak sudah punya sifat berani, bisa mengelola kelompok, kerjasama tim, sehingga terbentuk karakter anak," jelasnya.
Selain itu, di sekolah alam ini ada prinsip mukalaf, nantinya anak ketika sudah baligh, mereka siap mandiri, dan bisa memimpin dalam lingkungan, ketika masuk SMA dan ditempatkan di OSIS sudah siap.
Siswa SABIR mulai dibuka Juli 2021 mulai dari play group usia 3 tahun sampai kelas 8 SMP.
Sari Dewi berharap dengan penerapan kurikulum di sekolah dipimpinnya tersebut mampu memberikan yang terbaik bagi siswanya.
Ditambahkan, sesuai dengan kondisi zaman, maka harus menyiapkan anak-anak tidak hanya bisa mengerjakan soal-soal.
Pendidikan di SABIR, menyiapkan anak-anak yang kondisi masa depan sudah berubah, tidak sama seperti dulu.
Para peserta didik disiapkan bukan hanya mampu di bidang akademisi, tetapi juga bisa memimpin, dan bermanfaat untuk lingkungannya.
Baca juga: Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe Dibuka Gubernur Aceh, Diisi Menteri Pariwisata
"Kita sering membawa anak-anak melihat kondisi masyarakat sekitar," ungkap Sari Dewi.
Sesuai dengan kondisi sekolah alam ini berada di areal kebun terbuka dan tempat belajar di pondok-pondok, bukan dalam gedung seperti sekolah umum lainnya juga untuk mengajar anak dekat dengan alam.
Prinsipnya no sampah, apabila anak-anak ada yang membawa bekal makanan dari rumah mengandung sampah plastik, mereka pasti bawa pulang, sehingga di sekolah minim sampah, kecuali sampah dedaunan.
Terkait jumlah guru, ada 20 puluhan guru TK sampai SMP, memiliki 79 siswa, pondok tempat belajar ada 9 unit dan juga sedang dibangun ruangan tambahan lainnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekolah-798ijnnm.jpg)