Selasa, 9 Juni 2026

Internasional

Australia Dorong Masyarakat Beli Mobil Listrik. Dituduh Lamban Tangani Perubahan Iklim

Perdana Menteri Australia, Selasa (9/11/2021) mendorong penduduknya membeli kendaraan listrik yang ramah lingkungan atau emisi nol persen.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AAP
Perdana Menteri Australia saat ini, Scott Morrison. 

SERAMBINEWS.COM, CANBERRA - Perdana Menteri Australia, Selasa (9/11/2021) mendorong penduduknya membeli kendaraan listrik yang ramah lingkungan atau emisi nol persen.

Pernyataan itu disampaikan setelah setelah pemerintahannya dituduh pada KTT Iklim Glasgow di Skotlandia sebagai lamban dalam memerangi Perubahan Iklim.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan harga teknologi akan berkurang pada waktunya dan tidak menawarkan subsidi kepada pembeli mobil listrik.

“Biaya teknologi turun, dan pilihan yang tersedia bagi warga Australia dan seluruh dunia menjadi lebih mudah diakses," jelas Morrison.

"Jadi rencana kami, mendukung pilihan itu,” tambahnya.

“Rencana kami bukan tentang mengirim banyak uang pembayar pajak ke perusahaan multinasional besar untuk menurunkan biaya," ujarnya.

"Mereka akan melakukannya sendiri dan sangat tertarik untuk melakukan itu,” tambahnya.

Baca juga: Gadis Cilik Berusia Empat Tahun Ditemukan Selamat, Usai Hilang Dua Pekan di Pedalaman Australia

Rencana 250 juta dolar Australia atau $185 juta akan bermitra dengan perusahaan swasta.

Khususnya, untuk mempercepat peluncuran 50.000 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.

Pemerintah konservatif mengharapkan sebanyak 30% penjualan mobil penumpang dan komersial ringan baru di Australia menjadi listrik baterai atau hibrida plug-in pada 2030.

Kurang dari 2% kendaraan baru yang dijual di Australia merupakan kendaraan listrik.

Sektor transportasi menjadi alasan utama mengapa Australia, berdasarkan basis per kapita, sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca terburuk di dunia.

Kelompok kendaraan listrik menyatakan kekecewaannya atas kebijakan tersebut.

Kepala Eksekutif Dewan Kendaraan Listrik Behyad Jafari, seorang advokat untuk industri kendaraan listrik di Australia, menggambarkan kebijakan itu hanya pemulas.

Baca juga: Timnas Australia Kembali Melakoni Pertandingan Kandang Kualifikasi Piala Dunia Seusai 763 Hari

Dia beralasan tidak memiliki inisiatif untuk meningkatkan penyerapan kendaraan listrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved