Internasional
Iran Bebaskan Kapal Tanker Vietnam, Seluruh Minyak Dikuras Kembali
Sebuah kapal tanker Vietnam yang disita Iran dibebaskan di perairan terbuka pada Rabu (10/11/2021).
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Sebuah kapal tanker Vietnam yang disita Iran dibebaskan di perairan terbuka pada Rabu (10/11/2021).
Hal itu mengakhiri konfrontasi maritim terbaru yang melibatkan Teheran.
Kapal tanker Sothys meninggalkan pelabuhan Bandar Abbas Iran.
Kemudian, menuju perairan internasional di dekat Teluk Oman, menurut data yang dianalisis oleh The Associated Press (AP) dari MarineTraffic.com.
Kapal itu tampak berlabuh di sana, tetapi tidak ada informasi tentang awaknya.
Shahrokh Nazemi, juru bicara misi Iran untuk PBB, mengatakan Sothys meninggalkan perairan Iran setelah mentransfer minyak.
Para pejabat Vietnam tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Baca juga: Teheran Dalang Percobaan Pembunuhan PM Irak, Bukti dari Pecahan Drone Buatan Iran
Meskipun para pejabatnya sebelumnya mengakui berusaha mendapatkan lebih banyak informasi tentang penyitaan dari Iran.
Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pasukan Garda Revolusi paramiliter Iran yang kuat pada 24 Oktober 2021 mengambil alih MV Sothys.
Sebuah kapal yang oleh para analis dicurigai mencoba mentransfer minyak mentah Iran yang dikenai sanksi ke Asia.
Pasukan AS telah memantau penyitaan tetapi akhirnya tidak mengambil tindakan saat kapal berlayar ke perairan Iran.
Iran kemudian merayakan penangkapan kapal itu dalam rekaman dramatis yang ditayangkan di televisi pemerintah.
Hanya sehari sebelum peringatan 42 tahun penyitaan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979.
Baca juga: Iran Tutup Surat Kabar Kelid, Melaporkan Pemimpin Tertinggi Membawa Rakyat Miskin
Sothys telah berada di radar United Against a Nuclear Iran, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di New York yang sudah lama curiga terhadap Republik Islam.
Dalam surat tertanggal 11 Oktober 2021 kepada Administrasi Maritim Vietnam, kelompok itu mengatakan Sothys menerima pengiriman minyak dari kapal ke kapal Juni 2021.
Minyak ditransfer dari sebuah kapal tanker bernama Oman Pride.
Departemen Keuangan AS mengidentifikasi kapal Oman pada Agustus 2021 untuk mengangkut minyak Iran.
Hal itu sebagai bagian dari skema penyelundupan untuk memperkaya Pasukan Quds ekspedisi Garda.
Bahwa minyak Iran akhirnya dijual ke Asia Timur, Departemen Keuangan menuduh, tanpa mengidentifikasi negara tertentu.
Perebutan Sothys oleh Iran akan menjadi yang terbaru dalam serangkaian pembajakan dan ledakan yang mengguncang Teluk Oman.
Angkatan Laut AS menyalahkan Iran atas serangkaian serangan ranjau limpet terhadap kapal-kapal yang merusak kapal tanker pada 2019.
Serta serangan pesawat tak berawak yang fatal terhadap kapal tanker minyak yang terkait dengan Israel.
Serangan itu menewaskan dua anggota awak Eropa awal tahun ini.
Hanya beberapa bulan yang lalu, pembajak Iran menyerbu dan menangkap sebentar sebuah kapal tanker aspal berbendera Panama di lepas pantai Uni Emirat Arab.
Baca juga: Iran Gelar Latihan Perang, Menjelang Pembicaraan Nuklir dengan Barat
Teheran membantah melakukan serangan itu.
Tetapi perang bayangan yang lebih luas antara Iran dan Barat telah terjadi di perairan yang bergejolak di kawasan itu.
Khususnya, sejak Presiden Donald Trump saat itu menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan memberlakukan sanksi berat terhadap negara itu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-tanker-mv-sothys-asal-vietnam.jpg)