Rabu, 3 Juni 2026

Penglepasan Saham PT Garuda Indonesia

Ketua Bapera Aceh: Menteri BUMN dan Dirut Garuda Harus Minta Izin Rakyat Aceh Sebelum Garuda Dilepas

Menteri BUMN dan Dirut Garuda perlu minta maaf kepada rakyat Aceh karena tidak sanggup mengelola maskapai nasional tersebut dengan baik.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Zikrullah Ibna 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Harian  Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Aceh,  Zikrullah Ibna minta Menteri BUMN dan Dirut Garuda Indonesia untuk terlebih dahulu meminta maaf dan izin dari rakyat Aceh, sebelum pemerintah melepas saham mayoritasnya di Garuda Indonesia.

“Rakyat Aceh adalah pemegang saham utama Garuda Indonesia, melalui pembelian pesawat pertama hasil sumbangan rakyat Aceh seperti dimintakan Presiden Srakayat pada 1948. Karena itu wajar kalau Pemerintah mau melepas saham, minta izin rakyat Aceh dulu," ujar Zikrullah Ibna, Kamis (11/11/2021).

Kementerian BUMN dan Dirut Garuda Indonesia direncanakan  meminta izin kepada Komisi VI DPR RI untuk melepas sahamnya ke pihak swasta. Berita tentang rencana ini telah berembus sejak lama menyusul ketidak mampuan perusahaan  bangkit menata usahanya karena terlilit utang.

Di samping itu Zikrullah Ibna juga meminta kepada Menteri BUMN dan Dirut Garuda untuk meminta maaf kepada rakyat Aceh karena tidak sanggup mengelola maskapai nasional tersebut dengan baik sehingga terlilit hutang.

"Menteri BUMN dan Dirut Garuda jangan cuma minta izin ke komisi VI DPR RI saja, tapi wajib minta izin dan minta maaf ke masyarakat Aceh, karena cikal bakal Garuda Indonesia itu sumbangan uang masyarakat Aceh,"  ujar Zikrullah Ibna. 

Baca juga: Seluruh Pegawai Pemerintah Daerah NonASN Wajib Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Ini Penjelasannya

Baca juga: Nekat Dorong Temannya dari Lantai 6 Hotel hingga Tewas, Pelaku Jengkel 2 Kali Diintip saat Mandi

Zikri menyayangkan manajemen Garuda Indonesia yang tidak becus dalam mengelola perusahaan plat merah tersebut.

Menurutnya seharusnya perusahaan milik negara tersebut membawa keuntungan kepada negara dan masyarakat, tetapi nyatanya malah terlihat hutang parah.

"Seharusnya kita malu dengan rakyat Aceh yang menyumbang pesawat cikal bakal Garuda tersebut, ternyata saat ini dalam mengelola saja tidak becus," timpalnya.

Menurutnya menjual saham bukan satu-satunya solusi bagi Garuda Indonesia, faktor manajemen juga sangat penting.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved