Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Pejuang Bersenjata Muslim Rakhine Bentrok dengan Pasukan Junta Militer Myanmar

Pasukan junta militer Myanmar bentrok dengan pejuang negara bagian Rakhine. Junta disebut melanggar gencatan senjata untuk menjaga perdamaian

Editor: M Nur Pakar
AP/Thein Zaw
Polisi Myanmar berpatroli di perbatasan antara Myanmar dan Banglades. Foto ini diambil pada Oktober 2016 di Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, Myanmar. 

SERAMBINEWS.COM, YANGON - Pasukan junta militer Myanmar bentrok dengan pejuang negara bagian Rakhine.

Junta disebut melanggar gencatan senjata untuk menjaga perdamaian di wilayah barat sejak kudeta, kata seorang juru bicara pejuang, Rabu (10/11/2021).

Negara Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta Februari 2021.

Tindakan brutal terhadap perbedaan pendapat dan meningkatnya pertempuran di perbatasan yang melibatkan organisasi etnis bersenjata.

Beberapa hari setelah kudeta, junta militer menegaskan kembali komitmen untuk gencatan senjata dengan Tentara Arakan (AA).

Dimana, telah berperang untuk otonomi bagi penduduk etnis Rakhine di negara bagian Rakhine.

Baca juga: Utusan PBB Sebut Perang Saudara Telah Menyebar di Myanmar

Gencatan senjata membebaskan pasukan militer untuk memerangi pasukan bela diri lokal di seluruh negeri untuk menentang militer.

"Sekitar pukul 11:00, terjadi bentrokan selama beberapa menit di utara Maungdaw," kata juru bicara AA, seperti dilansir AFP.

“Itu karena militer Myanmar masuk ke daerah itu," ujarnya.

"Rincian korban belum diketahui," tambahnya.

Bentrokan antara AA dan militer pada 2019 membuat lebih 200.000 orang mengungsi di seluruh negara bagian, salah satu yang termiskin di Myanmar.

“Saya pikir menjadi sulit, tetapi mungkin tidak meningkat jika Tatmadaw tidak memiliki pasukan untuk menghadapi AA,” kata analis David Mathieson.

Baca juga: Pertempuran Pasukan Milisi dan Militer Myanmar Pecah Lagi, 20 Orang Tewas

Dia menggunakan nama lain untuk militer Myanmar.

Junta mengakhiri penutupan internet selama 19 bulan di negara bagian itu setelah kudeta.

Rezim juga telah mengumumkan seorang anggota partai nasionalis lokal Rakhine akan bergabung dengan kabinetnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved