Internasional
Mantan Presiden Georgia Mogok Makan, Tuntut Fasilitas Lebih Baik
Mantan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili melakukan mogok makan sejak ditangkap pada 1 Oktober 2021.
SERAMBINEWS.COM, TBILISI - Mantan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili melakukan mogok makan sejak ditangkap pada 1 Oktober 2021.
Dia menyatakan akan mengakhiri mogok makan selama enam minggu, jika dipindahkan ke fasilitas lebih baik.
Saakashvili mengatakan dirinya harus dipindahkan dari rumah sakit penjara ke fasilitas yang lebih baik untuk memungkinkan dirinya pulih, menurut pengacaranya.
Dilansir Reuters, Jumat (12/11/2021), Saakashvili mengumumkan mogok makan setelah ditangkap pada 1 Oktober 2021.
Dia kembali ke Georgia dari luar negeri untuk menggalang oposisi pada malam pemilihan lokal.
Dia dipindahkan minggu ini ke rumah sakit penjara di ibu kota Tbilisi, menurut Ombudsman Hak Asasi Nino Lomjaria (ECHR).
Dia mengalami kekurangan peralatan medis yang layak.
Baca juga: VIDEO - Bentrokan Antara Polisi dan Pendemo yang Memprotes Pawai LGBT di Georgia
Bahkan, para narapidana telah mengancam dan melecehkannya.
Layanan penjara mengatakan tuduhan itu sedang diselidiki.
Pada Kamis (11/11/2021), Saakashvili berargumen dalam sebuah surat yang dibacakan oleh pengacaranya Nika Gvaramia.
Dia mengaku perlu dipindahkan ke fasilitas yang berbeda.
Seperti klinik medis multifungsi, untuk membantunya pulih setelah berhenti berpuasa.
"Segera setelah ... mereka memindahkan saya dari fasilitas ini ke fasilitas yang sesuai, saya akan segera menghentikan mogok makan," tulis Saakashvili.
Dia mengatakan telah mempertimbangkan panggilan dari Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa dan sekutunya di Barat.
Baca juga: Hasil Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa, Spanyol Terkam Yunani, Georgia Bungkam Swedia
Dimana, mereka mendesaknya untuk berhenti membuat dirinya kelaparan dan tersiksa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mantan-presiden-georgia-mikheil-saakashvili.jpg)