Berita Bener Meriah
Hendra Budian: Bantaran DAS Peusangan Rentan Erosi, Perlu Penanganan Prioritas
Bantaran DAS Peusangan, mulai dari Jamur Ujung sampai dengan Lampahan, di Kabupaten Bener Meriah, sangat rentan bencana.
Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Budi Fatria | Bener Merah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendra Budian mengaku prihatin terhadap kondisi Erosi Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan yang berada di Kabupaten Bener Meriah.
Keprihatinan mantan aktivis ini terlihat jelas saat dirinya meninjau langsung ke lokasi Erosi bantaran DAS Peusangan, di Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (14/11/2021).
Hendra didampingi anggota DPRK Bener Meriah, Darwinsyah, Reje Kampung, dan Camat setempat, serta Kabid Kedaruratan BPBD Bener Meriah, Anwar Shadi, tiba di lokasi sekira pukul 14.45 WIB.
Tiba di lokasi, Hendra langsung bergegas untuk melihat jalan yang sudah ambruk akibat erosi DAS Peusangan.
Ia bersama rombongan harus melintas jembatan gantung untuk menuju ke lokasi jalan ambruk tersebut.
“Ini memang sangat memprihatinkan, harus segera ditindak lanjuti, kita berusaha dalam tahun ini, bisa ditangani secara tanggap darurat,” ujar Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian.
Saat itu juga, Hendra meminta kepada reje kampung, camat, BPBD setempat melalui Plt Bupati Bener Meriah segera menyurati pemerintah provinsi Aceh terkait kebencanaan ini.
Selesai dari situ, selanjutnya rombongan meninjau lokasi bantaran DAS Peusangan yang terkena erosi sehingga mengancam rumah penduduk.
Tidak hanya itu, Hendra juga melihat langsung kondisi kebun kopi milik warga yang rusak akibat erosi sungai tersebut.
“Saya berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah mempublikasi terkait erosi DAS Peusangan ini, sehingga berita sampai kepada kami,” ujar Hendra kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).
Lanjutnya, dalam kesempatan kunjungan reses ini, kebetulan di DPRA sekarang lagi menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBA tahun 2022.
“Memang terkait penanganan erosi bantaran DAS Peusangan ini, sudah masuk dalam kesepakatan kami dengan Plt Bupati Bener Meriah,” ungkap Hendra.
Baca juga: Dewan Sorot Pembongkaran Peralatan PLTU di Krueng Meureubo
Baca juga: VIDEO Suka Duka Warga Aceh di Malaysia, Pulang Karena tak Ada Kerja, Sakit, Serta Tak Punya Biaya
Menurutnya, bantaran DAS Peusangan, mulai dari Jamur Ujung sampai dengan Lampahan, di Kabupaten Bener Meriah, memang sangat rentan bencana.
Sehingga kata Hendra, perlu penanganan prioritas dan itu sudah tercover dalam usulannya di APBA, namun usulan ini kan bertahap, terang Hendra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/erosi-di-das-peusangan.jpg)