Breaking News:

Internasional

PBB Kutuk Pasukan Junta Militer Sudan, Tembak Mati Puluhan Demonstran

PBB pada Kamis (18/11/2021) mengutuk penggunaan peluru tajam oleh pasukan keamanan Sudan terhadap demonstran.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para pengunjuk rasa anti-kudeta Sudan lari mencari perlindungan dari gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan keamanan di Umdurman, Rabu (17/11/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - PBB pada Kamis (18/11/2021) mengutuk penggunaan peluru tajam oleh pasukan keamanan Sudan terhadap demonstran.

Sebanyak 15 demonstran tewas pada Rabu (17/11/2021), dalam hari paling berdarah sejak kudeta 25 Oktober 2021..

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet mengatakan telah berulang kali mengimbau militer dan pasukan keamanan Sudan menahan diri.

Dia berharap tidak ada penggunaan kekuatan yang tidak perlu dan tidak proporsional terhadap demonstran.

"Sangat memalukan, peluru tajam kembali digunakan kemarin terhadap pengunjuk rasa," katanya dalam sebuah pernyataan.

“Menembak ke kerumunan besar demonstran yang tidak bersenjata, menyebabkan puluhan orang tewas dan banyak lagi terluka, sangat disayangkan," katanya.

Baca juga: Korban Demonstran Terus Bertambah di Sudan, Tujuh Orang Tewas di Rumah Sakit

"Jelas ditujukan untuk menahan ekspresi perbedaan pendapat publik, dan merupakan pelanggaran berat terhadap hukum hak asasi manusia internasional," tambahnya.

Sedikitnya 15 orang tewas selama penumpasan pada protes besar-besaran hari Rabu, meningkatkan jumlah korban sejak kudeta menjadi 39 orang.

Lebih dari 100 lainnya terluka, termasuk 80 yang menderita tembakan di tubuh bagian atas dan kepala mereka.

Polisi mengatakan 89 petugas terluka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved