Internasional
Penculik Pekerja Kemanusiaan AS di Niger Tuntut Tebusan Jutaan Dolar AS
Seorang pekerja kemanusiaan AS yang diculik di Niger harus dibebaskan dengan uang tebusan. Hal itu disampaikan oleh Istrinya, Els Woodke,
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Seorang pekerja kemanusiaan AS yang diculik di Niger harus dibebaskan dengan uang tebusan.
Hal itu disampaikan oleh Istrinya, Els Woodke, bahwa penculik suaminya telah mengajukan permintaan tebusan jutaan dolar.
Els Woodke yakin suaminya, Jeff Woodke, berada dalam tahanan afiliasi Al-Qaeda di Afrika Barat yang dikenal sebagai JNIM.
Dia menerima informasi yang menunjukkan sumainya masih hidup pada musim panas ini.
Dia mengatakan pemimpin kelompok itu, Iyad Ag Ghali, memiliki sejarah bernegosiasi untuk pembebasan sandera.
Dia memohon langsung padanya untuk membebaskan suaminya.
Baca juga: Setahun Hilang Diculik Pengusaha, Wanita Muda Ini Ditemukan Sudah Lahirkan Bayi
“Melepaskan Jeff akan membutuhkan belas kasih dan belas kasihan, tetapi ini adalah karakteristik seorang pemimpin yang kuat dan berani,” kata Woodke.
Dia memberi sambutannya yang ditujukan kepada Ghali dalam bahasa Inggris dan Prancis.
Dalam sambutannya yang paling luas tentang cobaan berat suaminya, dia juga mengungkapkan ketidakpuasannya dengan aspek pendekatan pemerintah AS.
Dia mengatakan telah berulang kali diberitahu, jika dia mengungkapkan rincian tentang kasus suaminya, dia akan terputus dari menerima informasi tambahan.
Dia mengatakan para penculik telah menuntut uang tebusan jutaan dolar.
Meskipun jumlah yang tepat belum konsisten dan pejabat AS tidak memfasilitasi usahanya untuk membayar.
Pemerintah AS tidak mendorong pembayaran uang tebusan dalam kasus penyanderaan.
Jaksa juga tidak tertarik untuk menuntut kerabat yang memilih untuk melakukan pembayaran tersebut.
“Saya memiliki banyak pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah AS," ujar Els Woodke.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pria-as-diculik-di-afrika.jpg)