Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Ribuan Migran Masih Terjebak di Perbatasan Belarusia-Polandia, 11 Diantaranya Tewas

Sejumlah kelompok bantuan internasional mengatakan sedikitnya 11 migran telah tewas sejak krisis dimulai pada musim panas.

Editor: M Nur Pakar
AP
Petugas patroli perbatasan Polandia menjaga sekelompok migran yang berusaha melintasi perbatasan antara Belarusia dan Polandia di dekat desa Usnarz Gorny, Jumat (20/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, MINSK - Sejumlah kelompok bantuan internasional mengatakan sedikitnya 11 migran telah tewas sejak krisis dimulai pada musim panas.

Mereka telah menyerukan de-eskalasi dan tanggapan kemanusiaan untuk masalah ini.

Polandia memperkirakan antara 3.000 sampai 4.000 migran di sepanjang perbatasan.

Dilansir AFP, kelompok terbesar tinggal dekat perbatasan Bruzgi-Kuznica yang telah ditutup.

Palang Merah Belarusia mengatakan sekitar 1.000 migran tinggal di sebuah gudang di dekat persimpangan itu dan 800 lainnya berkemah di dekatnya.

Baca juga: Badai Hantam Polandia, Empat Orang Tewas dan Ratusan Bangunan Rusak

Belarusia mengatakan sedang mempersiapkan penerbangan repatriasi sukarela yang direncanakan lepas landas dari Minsk pada Kamis (18/11/2021).

Penerbanan pertama menuju Irbil dan kemudian ke Baghdad, Irak,

Beberapa maskapai penerbangan juga mengatakan berusaha untuk menghentikan calon migran bepergian ke Belarusia.

Tetapi para pejabat telah memperingatkan bahwa krisis mungkin membutuhkan waktu untuk mereda.

Baca juga: Jerman Melihat Lonjakan Migran Melalui Rute Belarusia dan Polandia

Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan:

“Kami harus mempersiapkan fakta, situasi di perbatasan Polandia-Belarusia tidak akan bisa diselesaikan dengan cepat.

“Kami harus mempersiapkan diri selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun,” katanya kepada Radio Jedynka Polandia.

Dalam sebuah wawancara dengan AFP, Fabrice Leggeri, Kepala Badan Perbatasan UE Frontex, juga mengatakan harus mempersiapkan lebih banyak krisis migran.

“Kami harus mempersiapkan diri untuk situasi seperti ini yang dapat muncul cukup cepat,” katanya.

Dia membandingkan kebuntuan saat ini dengan yang terjadi di perbatasan Yunani-Turki tahun lalu.(*)

Baca juga: Perdana Menteri Polandia Dukung Pasukan Perbatasan, Ditembaki Pasukan Belarusia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved