Breaking News:

Video

VIDEO Menguak Kisah Toke Tawi, Sosok Saudagar Aceh Berlebel Internasional dari Pidie

Toke Tawi adalah saudagar Aceh yang telah sukses mencapai bisnis di level internasional pada masa Kolonial Belanda hingga awal kemerdekaan.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sepanjang mata memandang rumah panggung berkontruksi kayu ala arsitek masa penjajahan Belanda masih berdiri kokoh di tengah pemukiman warga, Gampong Meunasah Ulee Tutue Raya Garot Kemukiman Gampong Aree, Kecamatan Delima, Pidie.

Meski papan telah lapuk dan luruh dimakan usia, rumah megah milik Toke Tawi ini diperkirakan berusia satu abad lebih.

Toke Tawi adalah saudagar Aceh yang telah sukses mencapai bisnis di level internasional pada masa Kolonial Belanda hingga awal kemerdekaan.

Kini, hanya rekan sejawat anak kandung Toke Tawi yaitu Toke Basyah (108) bernama Tgk H Muhammad Nur (93) atau akrap disapa Tuha Nu yang menjadi sedikit rujukan sejarah Toke Tawi.

Kepada Serambinews.com, Kamis (18/11/2021), Tuha Nu menuturkan, lewat perusahaan Firma Haji Tawi & Son, Toke Tawi menjalankan bisnis ekspor impor komoditi Aceh ke luar negeri via Pulau Pinang dan Singapura serta memasok sejumlah hasil industri tekstil dari luar negeri ke Aceh terutama kain jenis Wol, Sutra hingga kain Tupah India. 

Gampong Aree, khususnya Meunasah Ulee Tutue Raya, adalah produsen saudagar pada era Belanda dan Jepang. Selain Firma Haji Tawi & Son yang berbasis di Penang, Malaysia, terdapat beberapa perusahaan lain yang masyhur pada masanya, seperti NV Permai, Puspa, Permata, dan Firma Jacob Kasem.

Seiring perjalanan waktu, Toke Tawi melanjutkan 'Kerajaan' bisnis itu kepada anak kandungnya, Toke Basyah.

Melalui tangan 'Dingin' Toke Basyah itu bisnisnya terus berkembang hingga membuka cabang ke Palembang, Padang, Medan hingga Aceh.

Toke Basyah telah almarhum di Jakarta dan kini hanya tersisa anak Toke Tawi, Irawati yang berada di Medan dengan usaha bisnis susu milo termasuk milo dari Malaysia.

Sebagai akhir dalam catatan sejarah, Toke Tawi membangun rumah megah ini sebagai kenangan atas kejayaan 'Kerajaan' bisnis Tempo Silam.

Sayangnya rumah ini tidak ditempati oleh para cucu dan cicit Toke Tawi

Hingga kini generasi Gampong Aree dan Reubee masih memiliki kelanjutan pembisnis baik dalam skala kecil maupun besar yang berada diberbagai penjuru nasional, Asia maupun Eropa. (*)

Narator: Ilham
Video Editor: Hari Mahardhika

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved