Selasa, 12 Mei 2026

Protes Perlakukan Pemerintah China Terhadap Muslim Uyghur, AS Pertimbangkan Boikot Olimpiade Beijing

Boikot secara diplomatik ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perlakuan pemerintah Cina kepada minoritas muslim Uyghur di Cina.

Tayang:
Editor: Amirullah

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis, (18/11/2021, mengatakan AS mempertimbangkan untuk memboikot Olimpiade Musim Dingin yang digelar tahun depan.

Boikot secara diplomatik ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perlakuan pemerintah Cina kepada minoritas muslim Uyghur di Cina.

Dilansir dari CNBC, Jumat (19/11/2021), jika boikot diplomatik ini benar-benar diterapkan, atlet AS masih tetap dapat mengikuti pertandingan yang dimulai tanggal 4 Februari 2022.

Namun, delegasi resmi dari pemerintah AS tidak akan hadir di sana.

Gagasan untuk memboikot pesta olahraga di Beijing itu bukanlah hal baru.

Pada bulan April lalu, Kementerian Dalam Negeri AS menyatakan sedang melakukan pembicaraan dengan sekutunya mengenai cara memprotes kejahatan kemanusian yang diduga dilakukan oleh Cina, saat Olimpiade berlangsung.

Washington Post melaporkan bahwa pemboikotan ini kemungkinan akan diumumkan sebelum akhir bulan November.

Para aktivis hak asasi manusia (HAM) juga telah lama menyerukan pemboikotan terhadap Olimpiade Beijing.

Mereka bahkan menyebut olimpiade itu sebagai "Genocide Games".

Selain itu, mereka juga mendorong Komite Olimpiade Internasional untuk menunda atau memindahkan tempat berlangsungnya acara.

Namun, negera-negara Barat umumnya menolak ide pemboikotan secara penuh terhadap Olimpiade Beijing.

Negara-negara itu menganggap pemboikotan secara penuh adalah hal yang tidak adil bagi para atlet yang ingin tampil pada ajang itu.

Perlakuan Beijing terhadap minoritas muslim Uyghur di Cina juga telah menarik perhatian dunia dan memunculkan kecaman internasional.

Pada bulan Maret lalu, AS dan sekutunya mengenakan sanksi kepada beberapa pejabat di Provinsi Xinjiang tempat orang Uyghur berada.

Menteri Dalam Negeri AS Anthony Blinken bahkan menyebut perlakuan Cina kepada muslim Uyghur sebagai "genosida".

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved