Danjen Kopassus jadi Pangdam IM, Pernah Menjabat Dandim 0104/Aceh Timur
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, langsung melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi di lingkungan TNI seusai dirinya dilantik oleh Presiden
BANDA ACEH - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, langsung melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi di lingkungan TNI seusai dirinya dilantik oleh Presiden, Rabu (17/11/2021). Salah satunya adalah mengganti Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM).
Panglima TNI menunjuk Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopasus), Mayjen Muhammad Hasan SH sebagai Pangdam IM, menggantikan Mayjen TNI Achmad Marzuki yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Aster KASAD).
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1029/XI/2021 tentang Pemberhentian dari/dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Surat itu ditetapkan di Jakarta pada Rabu (17/11/2021) dan ditandatangani oleh Kepala Sekretariat Umum (Setum) TNI, Brigjen Rachmatullah.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IM, Kolonel Arh Sudrajat SH yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (19/11/2021), membenarkan adanya pergantian jabatan Pangdam IM tersebut. "Betul, Mayjen Muhammad Hasan SH Pangdam IM yang baru. Sementara Mayjen Achamd Marzuki jadi Aster Kasad," ucapnya.
Serambi kemudian menelusuri profil Mayjen TNI Muhammad Hasan. Halaman Wikipedia mencatat, Muhammad Hasan lahir di Bandung pada 13 Maret 1971. Keluarganya bersuku Minangkabau dan berasal dari Batu Balantai, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Muhammad Hasan mengenyam pendidikan SMP hingga SMA di kampung halamannya di Sumatera Barat. Lalu pada tahun 1993 ia lulus Akademi Militer (Akmil) dan menjadi Prajurit TNI-AD.
Halaman Wikipedia juga mencatat, sejak muda, Muhammad Hasan ternyata gemar dan piawai menulis. Bahkan disebut, Perwira Tinggi TNI ini semasa muda pernah bercita-cita menjadi seorang wartawan.
Meski tak menjadi wartawan, kepiawaiannya menulis terus dilatih hingga kini dalam kesibukannya sebagai prajurit TNI. Bahkan ia sempat menerbitkan salah satu buku karyanya dengan judul ‘Catatan 20' yang ditulisnya saat masih menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura.
Muhammad Hasan juga memiliki segudang pengalaman dalam pendidikan, penugasan, dan jabatan sebagai prajurit karier TNI. Di awal-awal sebagai prajurit, Muhammad Hasan pernah ditugaskan di Timor Timor pada 1995, operasi Irian Jaya pada 1999. Muhammad Hasan juga pernah mengemban tugas hingga ke luar negeri di Tiongkok dan Malaysia pada 1996, Jepang dan Prancis pada 2003, Yunani dan Vietnam pada tahun yang sama.
Berikutnya di Turki tahun 2016 dan 2016, USA, Jerman, Inggris, Belanda, Rusia, Iran, India, Laos, Korea Selatan, Filipina pada tahun 2016, dan sejumlah lainnya.
Sementara riwayat jabatan, Muhammad Hasan pernah menjabat Komandan Unit Grup 1/Para KomandoKopassus. Kemudian Komandan Peleton Grup 1/Para KomandoKopassus. Selanjutnya, Komandan Kompi 113/Kalajengking Grup 1/Para Komando Kopassus. Kasi Intel Grup 1/Para Komando Kopassus, dan Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011).
Ia ternyata juga pernah bertugas di Aceh beberapa tahun lalu, menjabat Komandan Kodim 0104/Aceh Timur pada tahun 2011-2013. Dari Aceh, Muhammad Hasan kemudian diangkat menjadi Wakil Asisten Personel Komandan Jenderal Kopassus pada 2013.
Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura pada media 2013-2014. Asrena Paspampres pada 2014-2016. Kemudian, Komandan Grup A Paspampres pada 2016-2018, Komandan Korem 061/Surya Kencana pada 2018-2019, Wakil Komandan Jenderal Kopassus pada 2019-2020, dan jabatan terakhir sebelum ditunjuk menjadi Pangdam IM pada 17 November lalu, Mayjen TNI Muhammad Hasan adalah Komandan Jenderal Kopassus sejak tahun 2020.(dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mayjen-muhammad-hasan-sh-dikutip-dari-instagram-penerangan.jpg)