Ditunjuk Jadi Kasad, Jenderal Dudung Bantah Jadi Anak Emas Jokowi dan Megawati
Promosi jabatan yang dialami Jenderal TNI Dudung Abdurachman membuat banyak pihak menganggap Jenderal Dudung anak emas Jokowi dan Megawati
SERAMBINEWS.COM - Nama perwira tinggi TNI Dudung Abdurachman makin dikenal publik setelah menjadi Pangdam Jaya yang berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) dengan menyandang dua bintang dibahunya.
Namanya mendapat sorotan publik dalam pernyataannya soal pembubaran FPI.
Bahkan namanya makin jadi pembicaraan saat memerintahkan prajurit TNI menurunkan baliho Habib Rizieq Shibab di Jakarta.
Dudung Abdurachman kemudian mendapat promosi jabatan menjadi Pangkostrad dan resmi menyandang bintang tiga di bahunya atau Letnan Jenderal (Letjen).
Kemudian Dudung Abdurachman kembali mendapat promosi menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) dan dibahunya berderet empat bintang atau Jenderal.
Baca juga: Nasir Nurdin Terpilih Sebagai Ketua PWI Aceh, Ini Harapannya Kepada Seluruh Anggota PWI
Promosi jabatan yang dialami Jenderal TNI Dudung Abdurachman membuat banyak pihak menganggap Jenderal Dudung anak emas Jokowi dan Megawati.
Hanya saja, Jenderal Dudung membantah anggapan tersebut.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan, dipilihnya dia sebagai KSAD dilihat dari pengabdian dan profesionalitasnya selama ini.
Hal tersebut disampaikan Dudung menepis tudingan bahwa dia merupakan anak emas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri sehingga dipilih menjadi KSAD menggantikan Andika Perkasa yang diangkat sebagai Panglima TNI belum lama ini.
Baca juga: VIDEO Mendagri Tito Karnavian: Selamat 10 Tahun Penetapan Tari Saman Warisan Budaya Tak Benda Dunia
"Sebetulnya Pak Jokowi lebih kepada bagaimana melihat dari pekerjaan, melihat dari pengabdian, lebih kepada profesional," kata Dudung, dikutip dari tayangan video Kompas TV di YouTube, Minggu (21/11).
Dudung juga memastikan bahwa pemilihannya sebagai KSAD TNI bebas dari unsur politik.
Ia pun mengaku akan menolak jika pemilihannya dibawa-bawa ke arah politis.
"Saya lihat tidak ada arah politik dan saya juga tidak akan mau kalau dibawa-bawa ke politik. Tidak akan mau saya," ucap dia.
Dudung mengaku baru mengenal Jokowi dan Megawati Soekarnoputri saat memiliki pangkat bintang dua.
Baca juga: Nasir Nurdin Terpilih Sebagai Ketua PWI Aceh, Ini Harapannya Kepada Seluruh Anggota PWI
Bahkan, ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo atau Gubernur DKI Jakarta, Dudung tidak pernah menjadi komandan distrik militer (dandim) di wilayah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jenderal-dudung-abdurachman-resmi-jabat-kepala-staf-angkatan-darat-ksad.jpg)