Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Perdana Menteri Polandia Kunjungi Estonia dan Lithuani, Bahas Krisis Migran

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengunjungi Estonia dan Lithuania pada Minggu (21/11/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki 

SERAMBINEWS.COM, BUDAPEST - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengunjungi Estonia dan Lithuania pada Minggu (21/11/2021).

Dia membahas krisis migran di perbatasan dengan rekan-rekannya dari negara-negara Baltik.

Selanjutnya, dia akan melakukan perjalanan ke Latvia.

"Hari ini, di perbatasan Timur Polandia, kita menghadapi perang jenis baru," kata Morawiecki di ibukota Estonia Tallinn, Minggu (21/11/2021).

Dia menuduh Belarusia menjadikan migran sebagai senjata, disinformasi juga senjata, perang hibrida.

Morawiecki menambahkan sanksi ekonomi lebih lanjut terhadap Minsk sedang dibahas.

Baca juga: VIDEO - Situasi di Perbatasan Polandia-Belarusia Memanas, 4.000 Imigran Terobos Pagar

Dia mengatakan di Lithuania menerima informasi, situasi sulit di Afghanistan setelah Taliban mengambil alih negara itu pada Agustus 2021.

Morawiecki mengunkapkan kemungkinan digunakan sebagai tahap berikutnya dari krisis migrasi.

"Saya pikir hal-hal yang terbentang di depan mata kita, peristiwa dramatis ini," ujarnya.

"Mungkin hanya awal dari sesuatu yang jauh lebih buruk," tambahnya.

Polandia dan Lithuania menyerukan dukungan berkelanjutan dari Uni Eropa dan NATO.

Baca juga: Pemerintah Irak Segera Pulangkan Warganya dari Perbatasan Polandia-Belarusia

"Bagi kami, sangat penting setiap pembicaraan dengan Belarusia dikoordinasikan dengan Lithuania, Polandia dan Latvia," harapnya.

"Kami berada di garis depan serangan hibrida, dan tidak ada keputusan untuk menyelesaikan situasi fundamental ini", kata PM Lithuania Ingrida Simonyte.

Menteri Luar Negeri Prancis, Minggu (21/11/2021) mengatakan Rusia harus menekan sekutunya Belarusia untuk mengakhiri krisis migran.

Sebuah jajak pendapat oleh SW Research diterbitkan oleh harian Rzeczpospolita pada Minggu (21/11/2021).

Dimana, menunjukkan 55,1% orang Polandia khawatir krisis di perbatasan dapat meningkat menjadi konflik bersenjata.

Namun, ratusan orang ikut serta dalam protes di Warsawa dan dekat perbatasan Belarusia pada Sabtu (20/11/2021) untuk menuntut bantuan bagi migran.(*)

Baca juga: Junta Militer Sudan Segera Kembalikan Perdana Menteri Hamdok ke Pemerintahan Sipil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved