‘Saya Mohon Doa dan Dukungan’
SEMENTARA itu, Muslim yang sedang menjalankan tugas kunjungan kerja luar negeri ke Serbia, saat dihubungi Serambi
SEMENTARA itu, Muslim yang sedang menjalankan tugas kunjungan kerja luar negeri ke Serbia, saat dihubungi Serambi, Minggu (21/11/2021), mengaku telah mendapat kabar tentang penetapannya sebagai Ketua Demokrat Aceh.
Muslim meminta doa dan dukungan semua pihak agar dimudahkan dan dilancarkan dalam mengemban amanah sebagai Ketua Demokrat Aceh periode 2021-2026.
“Saya mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Aceh, khususnya alim ulama, agar kami diberikan kekuatan dan kelancaran dalam mengemban amanah ini,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI ini.
Muslim menambahkan, Partai Demokrat dan masyarakat Aceh memiliki sejarah yang tidak dapat dipisahkan. Dari awal sejak didirikan, partai besutan Presiden RI ke-6 (SBY) ini turut berpartisipasi aktif dalam berbagai momen sejarah di Aceh. Utamanya proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascatsunami Aceh tahun 2004, dan perdamaian Aceh tahun 2005.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat Aceh selama ini. Dan kami akan terus berkomitmen mengisi dan mengawal perdamaian dan pembangunan Aceh ke depan,” imbuh anggota DPR-RI 3 periode ini.
Muslim juga menyampaikan apresiasi kepada Nova Iriansyah yang selama ini sudah ikut membesarkan Partai Demokrat di Aceh. Dia juga akan berkomunikasi dengan Nova dalam upaya melanjutkan perjuangan membesarkan Partai Demokrat di Aceh.
“Pak Nova adalah salah satu senior yang telah berjasa membesarkan Demokrat di Aceh. Tentu bimbingan dan nasehat beliau masih sangat kami butuhkan,” tutupnya.
Dari keluarga nelayan
Muslim menjadi anggota DPR RI sejak tahun 2009. Dia adalah anak dari pasangan Tgk Muhammad Saleh dan Hj Cut Habibah yang lahir di Gampong Alue Kumba, Aceh Timur, pada 1 Maret 1971. Muslim yang dibesarkan dalam keluarga nelayan memulai pendidikan dasarnya di SDN Alue Kumba dan kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 2 Langsa.
Untuk menambah pengetahuan agama, Muslim aktif mengikuti kegiatan pada balai pengajian di kampungnya. Ia melewati masa kecil dengan sederet prestasi, mulai dari juara lomba mengaji, lomba pidato, hingga juara lomba baca puisi.
Ia pertama kali berkenalan dengan dunia modern perkotaan saat melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 29 Jakarta Selatan. Kemudian, Muslim menyelesaikan pendidikan sarjana (SHI) dan magister (MM) di Jakarta.
Pada tahun 1991, Muslim bergabung sebagai staf di Kantor Pusat Pemuda Pancasila. Tahun 2001, ia dipercaya menjadi Sekjen SAPMA Pemuda Pancasila, yang tugasnya membentuk Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila pada kampus-kampus di seluruh Indonesia.
Malang melintang di Pemuda Pancasila, membuat Muslim yakin untuk melebarkan sayap dan bergabung dengan KNPI. Pada tahun 2003, ia dipercaya menjadi menjadi Wakil Bendahara Umum KNPI dan setelahnya diberi mandat untuk menjadi Ketua DPP KNPI. Selain itu, Muslim juga bergabung dengan BPP HIPMI dan pernah menjadi pengurus pusat Kadin. Dalam dunia olahraga, ia fokus mengurus Pertina dan PSSI.
Pada periode pertama menjadi anggota DPR RI, Muslim diberi mandat menjadi Sekretaris Forbes DPR/DPD RI asal Aceh. Saat ini, Muslim juga dipercaya sebagai Pengurus Harian DPP Partai Demokrat.
Dalam kiprahnya di berbagai organisasi nasional, Muslim tidak pernah melupakan Aceh sebagai tanah kelahirannya. Karena itu, ia terlibat aktif dalam Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM). Menurut Muslim, kiprah TIM sangat mengakar di kehidupan masyarakat khususnya bagi diaspora Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-dpr-ri-muslim-shi-mm-dan-gubernur-aceh-ir-nova-iriansyah-mt.jpg)