Rabu, 15 April 2026

Internasional

Arab Saudi Segera Teliti Bangkai Kapal Karam Abad ke-18 di Laut Merah

Kerajaan Arab Saudi akan segera mengirim para arkeolog ke bawah Laut Merah. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perusahaan Pengembangan Laut Merah (TRSDC)

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Proyek Laut Merah Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi akan segera mengirim para arkeolog ke bawah Laut Merah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Perusahaan Pengembangan Laut Merah (TRSDC) menandatangani kemitraan dengan Kementerian Kebudayaan Arab Saudi.

Perjanjian itu untuk menyatukan upaya di bidang arkeologi, seperti dilansir ArabNews, Selasa (23/11/2021).

Diharapkan akan mengungkapkan sejarah bawah Laut Merah.

Hal lainnya, sektor pariwisata akan berkelanjutan di sepanjang pantai Laut Merah Kerajaan.

Diharapkan akan mengarah masuknya daerah tersebut dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Perjanjian tersebut mencakup pembuatan museum maritim pertama yang akan melestarikan dan menampilkan arkeologi bawah laut di Arab Saudi.

Proyek penggalian bangkai kapal kayu terbesar di Laut Merah akan dipimpin oleh tim dari Universitas Napoli, Italia.

Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Program Pencegahan Kanker Serviks Berusia 9-13 Tahun

Chiara Zazzaro, Direktur Penggalian Bangkai Kapal Laut Merah dan asisten profesor arkeologi maritim di Universitas Napoli L'Orientale mengatakan:

“Kapal karam saat ini merupakan bangkai kapal kayu yang paling utuh dan terpelihara dengan baik di Laut Merah."

"Dengan muatan guci, porselen, dan rempah-rempah yang spektakuler, pedagang abad ke-18 ini bersaksi tentang aktivitas perdagangan di Laut Merah."

"Khususnya sebelum pembukaan Terusan Suez, dan hubungannya dengan perdagangan Samudra Hindia yang lebih luas."

"Struktur kayu yang diawetkan merupakan bukti unik dari konstruksi bangunan kapal yang besar dan mahal, yang sebelumnya tidak dikenal di wilayah tersebut.”

Kapal karam terjadi antara tahun 1725 dan 1750 dan terletak di laguna Al-Wajh.
Tenggelam di bawah air sedalam 20-22 meter.

Tetapi, lambung kapal tetap berada di dasar laut bersama dengan gundukan lebih dari 1.000 kendi yang telah mengapur menjadi satu kelompok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved