Breaking News:

Berita Pidie

Gangguan Gajah di Pidie Sudah 62 Kali Terjadi di Sepuluh Kecamatan

FFI's IP menggelar pelatihan teknis penanggulangan gangguan gajah melalui skema pemasangan pagar kejut listrik dan mitigasi konflik.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Taufik Hidayat
Dok BKSDA Aceh
Kawanan gajah liar berkeliaran di kebun warga di Pidie. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Gangguan gajah di Pidie cukup tinggi di Aceh. Sehingga dicatat adanya 62 kejadian konflik manusia dengan satwa liar di Pidie.

"Konflik manusia dengan gajah terjadi di 13 kabupaten/kota di Aceh pada tahun 2021 berjumlah 158 kejadian yang direspon BKSDA. Intensitas tertinggi terjadi di Pidie berjumlah 62 kejadian," kata Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Aceh Kamaruzzaman, dalam rilis dikirim kepada Serambinews.com, Selasa (23/11/2021).

Ia menyebutkan, 62 kejadian konflik manusia dengan satwa dilindungi itu tersebar di sepuluh kecamatan di Pidie.

Adalah Kecamatan Padang Tiji, Mila, Sakti, Keumala, Tangse, Mane, Geumpang, Tiro/Trusep, Gelumpang Tiga dan Muara Tiga.

"Konflik manusia dengan satwa liar itu terjadi di sepuluh kecamatan dengan 52 gampong di Pidie," ujarnya.

Menurutnya, harus ada komitmen semua pihak dalam mengatasi konflik satwa liar dan manusia. Sebab, jika hal itu dilakukan hanya segelintir pihak saja, tentu konflik satwa ini akan terus terjadi. 

"Kita harus saling bahu membahu, agar konflik gajah mampu diatasi. Saya yakin jika semua pihak mempunyai komitmen dan semangat yang sama dalam mengatasi konflik gajah. Insyaallah satu solusi yang komprehensif jangka panjang akan dapat dicapai,” ungkapnya.

Baca juga: Halau Gajah Liar dari Permukiman Penduduk, Disnakermobduk dan BKSDA Pasang Kawat Kejut di Tangse 

Sementara Koordinator program Fauna & Flora International’s Indonesia Programme Aceh, Dedi Kiswayadi, menjelaskan, FFI’s IP merupakan suatu organisasi internasional non - pemerintah yang fokus pada pengembangan konservasi berbasis landscape. 

Di mana, sasarannya perlindungan terhadap spesies dilindungi dan terancam punah dan konservasi ekosistem. Juga pemberdayaan warga melalui pengembangan konservasi sumberdaya alam dan ekosistem melalui skema pengelolaan hutan berbasis masyarakat. 

“FFI’s IP terlibat aktif dalam upaya melakukan edukasi pada masyarakat, terkait konflik satwa liar terutama gajah melalui pembentukan masyarakat peduli konflik satwa liar," jelasnya.

Ia menambahkan, FFI's IP menggelar pelatihan teknis penanggulangan konflik satwa liar, termasuk gajah dan mendorong penggunaan APBG untuk penanganan gajah melalui skema pemasangan pagar kejut listrik dan mitigasi konflik.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved