Selasa, 2 Juni 2026

Berita Gayo Lues

Ini Alasan Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Hindari Berpergian Pada Malam Hari, Tujuannya Cukup Mulia

Hal ini disebabkan ruas jalan di wilayah tengah khususnya kawasan Kabupaten Galus tersebut berada di sepanjang perbukitan atau pegunungan.

Tayang:
Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
hand over dokumen pribadi
Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kapolres Gayo Lues (Galus) mengimbau masyarakat atau pengendara untuk menghindari berpergian pada malam hari.

Terutama untuk yang melintas melalui lintasan Blangkejeren-Kutacane dan lintasan Blangkejeren tujuan Takengon.

Hal ini disebabkan ruas jalan di wilayah tengah khususnya kawasan Kabupaten Galus tersebut berada di sepanjang perbukitan atau pegunungan.

Kondisi ini dinilai sangat rawan terjadi tanah longsor pada musim hujan. Terlebih lagi dalam beberapa hari terakhir ini cuaca buruk terjadi di kabupaten tersebut.

Kapolres Galus, AKPB Carlie Syahputra Bustamam kepada Serambinews.com, Selasa (23/11/2021), mengatakan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini melanda Galus, telah menyebabkan longsor dan banjir.

Salah satu titik terjadinya longsor ada di Tetumpun, Kecamatan Putri Betung Galus yang merupakan lintasan Blangkejeren-Kutacane.

Baca juga: Kapolres Galus Cek Kesiapan Kendaraan Dinas Personel, Implementasi 100 Hari Kerja Kapolri Baru

Dampak longsor tersebut membuat mobilitas penduduk terganggu karena arus transportasi beberapa kali lumpuh total.

Lanjut Kapolres, begitu juga dengan kejadian di lintasan Blangkejeren menuju Takengon, terjadi longsor di Kecamatan Pantan Cuaca, Galus.

Bahkan, dalam musibah longsor itu, telah menyebabkan dua warga Suri Musara meninggal dunia.

Pasalnya, saat berusaha menyeberang dan melintasi tumpukan material longsor, tiba-tiba material longsor disertai air turun deras dan menyeret korban ke sungai.

"Hal itu menyebabkan dua orang warga terseret ke sungai dan hanyut beberapa kilometer meter, akhirnya  korban ditemukan sudah meninggal dunia," sebutnya.

AKPB Carlie menerangkan, korban yang terseret material longsor dan hanyut ke sungai di Pantan Cuaca merupakan seorang kakek yakni Adam Aman Tingkem (60).

Baca juga: Awas! Hati-hati Melintasi Jalan Blangkejeren-Kutacane, Bahaya Mengintai Terutama di Kawasan Ini

Kakek Adam ini sebelumnya berusaha membantu seorang anak atau balita yang hendak menyeberang dan melintasi tumpukan material longsor dengan cara digendong.

Kala itu, pada lokasi longsor ada beberapa warga lainnya termasuk keluarga dan orang tua korban Salwa Fitri (4), balita yang digendong Kakek Adam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved