Berita Luar Negeri
Ketegangan Meningkat di Perbatasan, Rusia Peringatkan NATO
NATO mengabaikan peringatan Moskow dan terus mengobarkan ketegangan di perbatasan Rusia
Ketegangan Meningkat di Perbatasan, Rusia Peringatkan NATO
SERAMBINEWS.COM - Rusia dan NATO (North Atlantic Treaty Organization) kembali terlibatan ketegangan dalam masalah militer.
NATO atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau juga disebut Aliansi Atlantik Utara, adalah sebuah organisasi militer internasional yang terdiri dari 2 negara Amerika Utara dan 28 negara Eropa.
Persoalan militer sering menjadi masalah antara Rusia yang ingin melindungi kepentingan nasionalnya dan NATO membela keamanan para aliansinya.
NATO mengabaikan peringatan Moskow dan terus mengobarkan ketegangan di perbatasan Rusia.
Demikan pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Minggu (21/11/2021).
“Rusia memperingatkan NATO agar tidak mengipasi ketegangan di dekat perbatasan Rusia. NATO tetap diam dan melanjutkan,” tulis Zakharova di saluran Telegram-nya, seperti dikutip TASS.
Baca juga: Rusia Perkenalkan Rudal Terbaru S-550, Mampu Hindari Ledakan Nuklir dan Siap Jaga Moskow
Dia menncontohkan, pernyataan Kedutaan Besar AS untuk Estonia tentang latihan militer bersama Amerika Serikat dan Estonia.
"Misi diplomatik AS mengatakan, metode pengiriman non-tradisional dilakukan selama latihan. Saya bahkan tidak ingin memikirkan apa artinya," kata Zakharova.
“Dalam permainan militer Pentagon, negara ini tidak lain adalah benteng NATO di perbatasan kami. Latihan semacam itu tidak memiliki tujuan lain,” ungkapnya.
Menurut Zakharova, latihan AS-Estonia berlangsung beberapa hari setelah penandatanganan perjanjian militer antara Washington dan Tallinn.
"Itu hanya membuktikan rencana NATO untuk secara sengaja menciptakan ketegangan di dekat Rusia," tegasnya.
Baca juga: Rudal Pembunuh Kapal Induk Akan Ditembakkan Dalam Latihan Militer China, Begini Kemampuannya
Dia menambahkan, NATO berulang kali menuduh Rusia tidak transparan atas tindakan dan perilaku agresifnya.
Tetapi, latihan AS di Estonia menunjukkan hal yang sebaliknya.
"Dan, sekarang saya ingin tahu, apakah Sekretaris Jenderal NATO (Jens) Stoltenberg menganggap tindakan seperti itu transparan, dapat diprediksi, dan tidak agresif," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rusia-kerahkan-pasukan-ke-perbatasan-ukraina.jpg)