Berita Subulussalam
Layanan RSUD Kota Subulussalam Makin Baik, Warga Daerah Tetangga Ikut Berobat, Termasuk dari Pakpak
Namun tak sedikit dari kabupaten tetangga, seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan hingga Pakpak Bharat, Sumatera Utara
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Namun tak sedikit dari kabupaten tetangga, seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan hingga Pakpak Bharat, Sumatera Utara
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Pelayanan kesehatan di Balai Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD-RSUD) Kota Subulussalam kini dinilai semakin membaik.
Buktinya, pasien yang berobat di RSUD Kota Subulussalam kini bukan hanya masyarakat setempat.
Namun tak sedikit dari kabupaten tetangga, seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan hingga Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Bahkan, saat Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang SE bersama istri Ny Hj Mariani Harahap SE meninjau kamar operasi (OK) Rabu (24/11/2021), beberapa pasien yang ditemui merupakan warga Aceh Singkil, seperti Raudhatul Jannah dan sejumlah pasien lainnya.
Pasien yang berobat di kamar operasi RSUD Kota Subulussalam semuanya mengaku puas atas pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Bagus pelayanannya, Alhamdulillah kami dilayani secara baik makanya ke sini operasi,” kata Raudhatul Jannah warga asal Kabupaten Aceh Singkil.
Baca juga: Komunitas Trail Serdadu Donor Darah di RSUD Kota Subulussalam
Hal senada disampaikan sejumlah pasien lainnya termasuk Fitri asal Kecamatan Rundeng, Marhaban warga Siperkas dan Nurimah Damanik asal Teladan Baru Rundeng.
Munawar selaku Kepala Ruangan menyatakan hampir 60 persen pasien di OK asal kabupaten tetangga seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan dan Pakpak Bharat, Sumut.
Mengenai hal ini juga dibenarkan direktur RSUD Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem. Dia mengakui banyaknya pasien luar Kota Subulussalam berobat ke RSUD Subulussalam.
Bahkan, kata dr Dewi Sartika Pinem, pihaknya semakin termotivasi untuk meningkatkan pelayanan.
Sebab, kata dr Dewi Pinem, jumlah kunjungan atau rujukan pasien ke RSUD Subulussalam ini tidak terlepas dari pelayanan sehingga pihaknya berupaya semaksimal mungkin menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca juga: Pascapasien Positif Covid-19, Ruang Pinere dan Poli Paru RSUD Kota Subulussalam Ditutup Sementara
“Sebenarnya ini bukan untuk berbangga-bangga tapi menjadi motivasi bagi kami manajemen dan tim medis terus meningkatkan pelayanan secara prima sehingga masyarakat nyaman berobat,” ujar dr Dewi
Lebih jauh, dr Dewi juga sebenarnya berharap agar para pasien yang berobat tidak berulang-ulang alias langsung sembuh atau arti lain tingkat kesembuhan di RSUD Subulussalam tinggi.
Pada bagian lain, dr Dewi menyampaikan RSUD Subulussalam terpilih sebagai rumah sakit yang ditunjuk untuk rujukan pasien Covid-19.
Sehingga di sana tersedia ruang teater OK yang bertenanan negative dan telah pernah merawat pasien covid.
Berbagai inovasi terus dilaksankaan pihak manajemen guna meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Rumah Sakit yang diresmikan tahun 2012 silam tersebut.
Ini kata dr Dewi putri kedua almarhum H Gondo Pinem politisi handal Kota Subulussalam era tahun 2000 an karena RSUD Subulussalam satu-satunya rumah sakit di kota Sada Kata itu.
Balai Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kota Subulussalam menunjukan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Luncurkan nomor kontak
Buktinya, selain menyiapkan sejumlah fasilitas seperti ambulance, ruang dan gedung beserta peralatan, mulai Rabu (24/11/2021) BLUD RSUD Kota Subulussalam meluncurkan dua nomor contact person yang dapat diakses masyarakat.
Peluncuran call center BLUD RSUD Kota Subulussalam tersebut dilaksanakan serangkaian launching SIM RS, poliklik spesialis, ruang OK, Pocadi, radiologi, dan lainnya.
Gebrakan lain BLUD RSUD Kota Subulussalam meluncurkan nomor telpon yang dapat di akses seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Kota Subulussalam.
Kepala Bagian Tata Usaha BLUD RSUD Kota Subulussalam Satria Darma mengatakan peluncuran nomor telpon ini untuk memudahkan masyarakat untuk mencari informasi berupa pelayanan, jam pelayanan dokter Spesialis, kendala pelayanan di rumah sakit dan lain-lain.
Masyarakat atau pasien yang hendak mendaftar juga nantinya dapat melalui call center sehingga tidak perlu antrean panjang.
“Jadi melalui call center masyarakat mendapat berbagai informasi seputar layanan di RSUD Subulussalam termasuk mendaftar sehingga pasien tidak antre terlalu lama karena setelag medaftar dia bisa menyesuaikan waktu hadir ke RSUD,” terang Satria Darma
Dijelaskan, masyarakat nantinya bisa mendaftar melalui telepon atau handphone sehingga dengan demikian akan mengurai antrean panjang. Ini karena pasien datang sesuai jadwal.
Selain itu melalui call center pasien juga dapat terhubung secara cepat dengan pihak RSUD Subulussalam.
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan call center tersebut dapat menghubungi contact person yang tersedia.
Ada pun nomor telpon yang bisa dihubungi yakni 0812-97-290002 (Handphone) dan 0627-2431565 (Telpon)
Fasilitas call center ini, tambah Satria Darma akan berfungsi secara maksimal Desember mendatang.
Sebelumnya, Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang SE Rabu (24/11) melaunching Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) Badan Layanan Umum RSUD setempat.
Penerapan pelayanan ilmu teknologi melalui aplikasi SIMRS Ini sebagai langkah mewujudkan pelayanan di RSUD Kota Subulussalam lebih baik karena akan lebih cepat, tepat, aman dan nyaman.
Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang dalam sambutannya mengapresiasi kepada BJB dan RSUD Subulussalam yang telah memberikan upaya terbaiknya berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di daerah itu.
Dikatakan, bertambahnya fasilitas layanan kesehatan sebagai upaya kita untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Subulussalam diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik.
Wali Kota Affan Bintang menjelaskan keberadaan fasilitas fisik adalah sarana penunjang yang penting dalam pelayanan kesehatan.
“Karena kita meyakini bahwa kesembuhan seseorang pasien tidak hanya ditentukan oleh perawatan, tetapi juga fasilitas medis dan sarana yang memadai,” ujar Walkot Affan Bintang
Politisi Partai Hati Nurani Rakyat Kota Subulussalam ini mengatakan kegiatan peresmian gedung dan mobil ambulans berdampak sangat baik untuk masyarakat Kota Subulussalam.
Gedung operasi yang besar dan lengkap tersebut kata Affan Bintang akan menunjang pekerjaan tenaga kesehatan kita untuk bekerja secara maksimal dan dengan adanya mobil ambulans juga sangat membantu pelayanan di rumah sakit ini secara mobilitas.
Dia pun mengatakan agar menjadikan pelayanan di RSUD Subulussalam semakin baik dengan harapan agar dapat mempercepat akses dengan pihak bpjs bahkan ke semua lini yang berhubungan dengan informasi manajemen rumah sakit.
“Jadi bapak/ibu tidak perlu khawatir kalau dirujuk ke rumah sakit, yang pegang BPJS pasti dilayani. Tidak perlu takut lagi untuk periksa ke dokter atau bidan, karena kita sudah juga telah siapkan fasilitas untuk penanganan BPJS,” ujar Walkot Affan Bintang.
Selain itu Walkot Affan Bintang juga menyampaikan rasa bangga atas peluncuran call center BLUD RSUD Subulussalam yang diperuntuk kan agar memudahkan informasi kepada masyarakat Kota Subulussalam dalam hal pelayanan masalah kesehatan.
Harapannya bertambahnya fasilitas yang ada di RSUD Kota Subulussalam ini dapat membantu pemerintah setempat dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Hal ini juga mendukung tercapainya visi pembangunan Kota Subulussalam serta membantu berjalannya visi dan misi RSUD Kota Subulussalam.
Terakhir, Affan Bintang menyampaikan apresiasi RSUD Subulussalam yang dalam waktu tidak lama sudah mampu memberikan pelayanan spesialis mata, jantung, THT dan paru dengan gedung dan fasilitas yang diharapkan nantinya bertambah lengkap .
Sementara Kepala Bagian Tata Usaha BLUD RSUD Kota Subulussalam, Satria Darma, kepada Serambinews.com di era 4.0 ini, semua dihadapkan dengan adaptasi pengembangan tekhnologi di berbagai bidang.
Salah satunya adalah pelayanan di Rumah Sakit yang berbasis tekhnologi dan informasi.
Karenanya, BLUD RSUD Kota Subulussalam menurut Satria turut ambil bagian menerapkan SIMRS.
Menurutnya, dengan adanya pengembangan SIMRS ini, maka pelayanan di RS semakin cepat dan paper less.
“Semua tercatat dengan baik dari awal pendaftaran hingga terintegrasi sampai ke kasir,” terang Darma
Dikatakan pula dengan adanya layanan ini akan memberikan informasi yang lebih akurat, penerimaan dapat terlihat dalam laporan-laporan harian sehingga mempermudah pengelolaan keuangan di RSUD Subulussalam
Darma menambahkan, SIMRS adalah solusi bagi rumah sakit untuk transformasi digital. SIMRS sudah diatur dalam regulasi SIMRS yang tertuang pada Permenkes RI Nomor 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
Dalam regulasi SIMRS tersebut dinyatakan bahwa setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan SIMRS.
Pengembangan SIMRS oleh rumah sakit secara internal tentu membutuhkan waktu dan resource yang cukup banyak.
Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan SIMRS yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penggunaan layanan SIMRS pihak ketiga menjadi pilihan terbaik.
SIMRS adalah sistem pencatatan rekam medis yang mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit secara real-time untuk memperoleh informasi medis dan non-medis secara tepat dan akurat.
Dari pertama pasien mulai mendaftar di rekam medis hingga pasien pulang, tercatat secara terstuktur riwayat perjalanan pasien.
SIMRS ini pula yang dipersyaratkan BPJS sebagai salah satu syarat untuk kerjasama dengan mereka.
Darma berharap hadirnya SIMRS bisa membantu kinerja pegawai dan meningkatkan pelayanan di RSUD Subulussalam yang cepat, akurat, nyaman dan aman sehingga pelayanan akan semakin prima.
Sebab kata Darma untuk saat ini di era digital, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya perlu adanya sinergi human (pegawai) melainkan juga system dengan teknologi digital.
“Intinya, aplikasi SIMRS ini bertujuan membantu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkas Darma. (*)