Breaking News:

Salam

Indonesia Perlu Perkuat Lobi dengan Arab Saudi

Hingga kemarin Pemerintah Arab Saudi belum mengizinkan masuk calon jamaah umrah dari Indonesia. Penyebabnya antara lain, skrining

Editor: bakri
Foto: Saudi Press Agency
Seorang jamaah berkomunikasi dengan robot pintar di Masjidil Haram, Mekkah, Arah Saudi. 

Hingga kemarin Pemerintah Arab Saudi belum mengizinkan masuk calon jamaah umrah dari Indonesia. Penyebabnya antara lain, skrining, pelacakan, dan bukti vaksinasi menggunakan PeduliLindungi belum terintegrasi dengan Tawakalna, aplikasi yang digunakan Arab Saudi. Hal ini menyebabkan QR code asal Indonesia masih belum terbaca di sistem Arab Saudi.

Kemudian, kebijakan internal Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memang membatasi jamaah dari seluruh dunia. Selama ini yang diizinkan masuk hanya warga dari negara-negara yang sedikit jamaah. Lima negara pengirim jamaah terbanyak yakni Indonesia, Mesir, India, Pakistan, dan Turki sampai saat ini belum diperkenankan umrah. “Namun, dengan rencana baik untuk pemberangkatan jamaah umrah Desember 2021 mendatang, menjadi pertanda dibukanya kembali kesempatan bagi jamaah Indonesia untuk menunaikkan ibadah umrah,” kata seorang pejabat Kemenag dua hari lalu.

Kerajaan Arab Saudi mengizinkan Masjidil Haram di Makkah menampung para jemaah dengan kapasitas penuh pada Minggu (17/10/2021). Para petugas juga telah melepaskan stiker-stiker jaga jarak di sekitar Masjidil Haram sebagaimana dilansir The National.
Kerajaan Arab Saudi mengizinkan Masjidil Haram di Makkah menampung para jemaah dengan kapasitas penuh pada Minggu (17/10/2021). Para petugas juga telah melepaskan stiker-stiker jaga jarak di sekitar Masjidil Haram sebagaimana dilansir The National. (serambiontv)

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan aturan terbaru untuk jamaah umrah dari luar negeri. Menurut aturan terbaru, jamaah yang diizinkan melaksanakan umrah kini hanya yang berusia 18-50 tahun.  Selain itu, sebelum melakukan perjalanan, jamaah umrah dari luar negeri juga harus sudah divaksin Covid-19 dengan dosis penuh. Kabar terbaru juga, vaksin Sinovac kini sudah diakui oleh Pemerintah Arab Saudi. Jadi, tidak perlu suntik tambahan lagi bagi yang sudah dua kali suntik Sinovac.

Soal pembatasan usia calon jamaah haji dan umrah, menjadi hal yang sangat “memilukan” bagi lebih 30 persen calon jamaah haji dan umrah yang sudah mendaftar. Menurut kalangan perusahaan pemberangkatan haji dan umrah Indonesia, lebih 30 jumlah calon jamaah haji dan umrah Indonesia berusia kurang dari 18 tahun dan melibihi 50 tahun.

Suasana di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.
Suasana di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Saudi Press Agency)

Oleh sebab itulah, kita berharap aturan pembatasan usia jamaah itu tidak berlaku permanen. Ketika Covid-19 sudah mereda, mestinya kebijakan pembatasan usia jamaah itu dicabut atau dilonggarkan kembali.

Kita memahami bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi selalu memberikan perhatian pada keselamatan, kesehatan, dan keamanan para jamaah dengan penuh kehati-hatian serta menjadikannya sebagai prioritas utama. Mengingat, dunia secara umum belum reda betul dari serangan Covid-19 bahkan masih munculnya varian-varian virus Covid baru yang mengerikan kini sedang melanda beberapa negara Eropa, seperti Jerman. Jadi, wajar memang Arab Saudi berhati-hati.

Apalagi, kegiatan umrah dan haji mengharuskan jamaah berkerumun dalam waktu yang lama di banyak tempat sesuai dengan urutan dalam pelaksanaan ritual tersebut. “Hal  inilah yang membuat penerapan tingkat tindakan preventif kesehatan menjadi sangat vital dan sangat penting guna melindungi kesehatan para jamaah dan keselamatan jamaah,” kata pejabat Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Di sisi lain, sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, maka Indonesia sudah pasti menjadi pengirim jamaah umrah dan haji terbanyak setiap tahunnya. Dengan demikian, bargaining position Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi mestinya lebih kuat dibanding negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura yang kini pengiriman jamaah umrahnya lancar-lancar saja.

Batu Hajar Aswad di Ka'bah Masjidil Haram, Arab Saudi
Batu Hajar Aswad di Ka'bah Masjidil Haram, Arab Saudi (@KabaaKudus)

Sedangkan Indonesia baru mendapat sinyal menggemberikan setelah pekan lalu delegasi Pemerintah Indonesia bertemu dengan Pemerintah Arab Saudi membicara peluang dan kemudahan berumrah dan haji bagi warga negara Indonesia. Dan, hasilnya cukup menggembirakan, antara lain vaksin Sinovac sudah diakui dan tak perlu lagi suntik tambahan dengan vaksin merek lain. Kedua, ada kemungkinan besar, setelah masalah teknis teratasi, pada bulan Desember 2021, Indonesia sudah boleh memberangkatkan jamaah umrah yang tentu saja harus mematuhi semua aturan yang diberlakukn secara ketat, terutama protokol kesehatan. Bahkan, kabar terakhir Pemerintah Arab sudah melarang selfie, fotografi, video, dan semacamnya di lingkungan Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah. Yang tak mematuhinya dianggap sudah melakukan pelanggaran barat! Maka, beribadahlah secara khusyuk dengan mengesampingkan unsur ria. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved