Kamis, 21 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Varian Virus Corona Baru Lebih Berbahaya, AS Larang Masuk Warga dari Delapan Negara Ini

Amerika Serikat akan melarang masuknya sebagian besar pelancong dari delapan negara di kawasan Afrika bagian selatan mulai Senin (29/11/2021)

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
AFP
Presiden AS Joe Biden 

Varian Virus Corona Baru Lebih Berbahaya, AS Larang Masuk Warga dari Delapan Negara Ini

SERAMBINEWS.COM - Merebaknya varian baru virus corona di Afrika Selatan membuat banyak negara waspada.

Bahkan sejumlah negara mulai melarang masuk warga dari ditemukan varian baru virus corona di Afrika.

Amerika Serikat akan melarang masuknya sebagian besar pelancong dari delapan negara di kawasan Afrika bagian selatan mulai Senin (29/11/2021).

Ini menyusul ditemukannya varian virus corona (Covid-19) baru yang berpotensi lebih menular di Afrika Selatan.

Varian baru, yang kini disebut Omicron, menimbulkan tantangan baru bagi pemerintah Presiden Joe Biden.

Baca juga: Dunia Mulai Waspada, Varian Baru Virus Corona Lebih Berbahaya, Ini Penjelasan WHO dan Epidemiolog

Karena memiliki tingkat keberhasilan yang beragam untuk membuat orang AS divaksinasi setelah dorongan balik bermotif politik oleh 10 negara bagian berdasarkan mandat.

Tapi menghadapi kritik dari pakar kesehatan internasional dan pemimpin asing karena gagal mengirim vaksin ke negara-negara miskin.

Jumat (26/11/2021), Biden menyebut, pembatasan perjalanan tidak melarang penerbangan atau tetap berlaku untuk warga negara AS dan penduduk tetap AS yang sah.

Saat ini sudah banyak negara yang menangguhkan perjalanan dari kawasan Afrika bagian selatan setelah WHO mengatakan Omicron "mengkhawatirkan."

Banyak dari pembatasan itu langsung berlaku, tidak seperti Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Biden merinci, delapan negara tersebut adalah Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik, dan Malawi.

Baca juga: BREAKING NEWS Tabrakan Bus JRG dan Pikap, Ayah dan Anak Meninggal, Ibu Luka Berat, Ini Data Korban

Sebagian besar warga negara non-AS yang telah berada di negara-negara tersebut dalam 14 hari sebelumnya tidak akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat.

Biden membuat pengumuman saat menghabiskan liburan akhir pekan Thanksgiving di pulau Nantucket, Massachusetts.

"Sebagai tindakan pencegahan sampai kami memiliki lebih banyak informasi, saya memerintahkan pembatasan perjalanan udara tambahan dari Afrika Selatan dan tujuh negara lainnya," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved