Breaking News:

Museum Saman

Bupati Gayo Lues HM Amru Minta UNESCO Bangun Museum Saman

Ia menyebutkan Pemerintah Gayo Lues setiap tahu menggelar kegiatan terkait pelestarian Saman, baik dilakukan pemerintah maupun yang tumbuh dari masyar

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
serambinews.com
Satu grup perwakilan tari saman Bale Asam menunjukkan kebolehannya menarikan tari saman dalam penutupan GAMIFest 2018 di lapangan Stadion Seribu Bukit Galus, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Bupati Gayo Lues HM Amru minta UNESCO, organ PBB yang membidangi kebudayaan, minta membangun Museum Saman di Gayo Lues.

Kelak museum tersebut akan dijadikan sebagai pusat ilmu pengetahuan tentang Saman.

Usulan itu disampaikan Bupati Amru dalam acara peringatan puncak 10 Tahun Tari Saman Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia yang ditetapkan UNESCO pada 24 November 2011 di Bali.

"Kami mengharapkan UNESCO dan Pemerintah Pusat Jakarta bersedia mengalokasikan anggaran dan membangun Museum Saman di Gayo Lues. Ini diperlukan dalam rangka pelestarian dan pengembangan Saman," kata Bupati Amru.

Baca juga: April Jasmine Dianggap Pamer Motor Seharga Ratusan Juta Saat ke Mall, Begini Komentar Ustaz Solmed

Ia menyebutkan Pemerintah Gayo Lues setiap tahu menggelar kegiatan terkait pelestarian Saman, baik dilakukan pemerintah maupun yang tumbuh dari masyarakat di kampung-kampung.

Baca juga: Ujian SKB CPNS di Nagan Raya 2-4 Desember, Peserta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Tapi ia mengakui dana pemerintah daerah sangat terbatas untuk pembangunan Museum, karena itu diharapkan UNESCO bersedia menyediakannya.

"Sejak ditetapkan Saman sebagai warisan tak benda dunia, belum ada bantuan dana dari UNESCO," ujarnya.

Bupati Amru juga menyerukan kepada Direjen Kebudayaan Kemendikbudristek untuk meneruskan program Indonesiana Saman yang sudah dilakukan selama dua kali.

"Kita harapkan program Indonesia tetap dilanjutkan," katanya.

Peringatan 10 Tahun Saman yang diselenggarakan Duta Saman Institut (DSI) diisi dengan melatih tenaga pelatih Saman dari seluruh Indonesia, menerbitkan buku dan video panduan Saman serta membangun jejaring nasional Saman.

Ketua Umum DSI Aminnulah Adnan mengatakan, pihaknya sudah ada permintaan dari Timur Tengah untuk mengajarkan Saman di kawasan itu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved