Berita Bireuen
Bireuen Rawan Laka Lantas dan Titik Lelah Pertama, Dirlantas Tinjau Lokasi Tabrakan
Di sekitar lokasi tabrakan itu terdapat tikungan yang seharusnya garis marka tengah jalannya bukan garis putus-putus.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ruas jalan Bireuen pada beberapa tempat adalah sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, Bireuen dapat disebutkan rawan laka lantas dan titik lelah pertama bagi pengendara baik dari Banda Aceh ke Medan atau sebaliknya dari Kuala Simpang ke Banda Aceh.
Hal tersebut disampaikan Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani didampingi perwira dari Polda Aceh, Kasatlantas Polres Bireuen, pejabat Jasa Raharja, Kadis Perhubungan Bireuen, pihak terkait lainnya usai menjenguk korban musibah tabrakan bus angkutan umum dengan kendaraan pante pikap yang terjadi di Paya Rangkuluh, Kutablang Bireuen.
Beberapa korban masih menjalani perawatan di RSUD dr Fauziah Bireuen. Kombes Pol Dicky meminta para pengendara dari jauh dan melakukan perjalanan malam. Setiba di Bireuen untuk menghindari kecelakaan lalu lintas istirahatlah di Bireuen.
“Dalam perjalanan jarak jauh tengah malam istirahatlah di Bireuen baik di mesjid atau warung kopi untuk memulihkan tenaga supaya dalam mengemudi kendaraan lagi tenaga fit dan jangan paksakan diri,”ujarnya.
Kombes Pol Dicky mengatakan, perjalanan dari Kuala Simpang ke Bireuen membutuhkan waktu empat jam, mayoritas kecelakaan di Bireuen bukan orang Bireuen, tapi orang luar Bireuen apakah dari Takengon dan lainnya.
Usai menjenguk korban, Dirlantas melihat lokasi tabrakan di ruas jalan nasional kawasan Desa Paya Rangkuluh, Kutablang. Meninjau lokasi katanya guna memastikan kondisi lokasi kejadian abrakan bus demgan Panther Pikup, menyebabkan dua korban meninggal dunia dan enam lainnya luka luka.
Baca juga: Menjelang Tahun Baru, Kasat Lantas Polres Aceh Barat Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas
Dalam kunjungan sesaat melihat ke lokasi dibawah guyuran hujan, Dirlantas juga turut didampingi perwira dari Polda Aceh, Kasatlantas Polres Bireuen, pejabat Jasa Raharja, Kadis Perhubungan Bireuen, pihak terkait lainnya.
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Sondani dilokasi kejadian menjelaskan, melihat kondisi di lokasi (TKP) tabrakan, pertama kondisi pada saat malam hari pencahayaannya kurang.
Sehingga ini perlu ada penambahan lampu penerangan jalan umum. "Kita akan surati Kementerian Perhubungan yang bertanggung jawab terhadap penerangan jalan ini," sebutnya.
Kata Dirlantas, kedua disekitar lokasi tabrakan itu terdapat tikungan yang seharusnya garis marka tengah jalan garisnya itu tidak terputus-putus, supaya tidak ada kenderaan yang akan mendahului, karena rawan laka lantas tikungan tersebut.
"Kemudian ketiga, kita akan upayakan dijalan ini akan ada pita kejut baik dari arah Medan maupun arah Banda Aceh, supaya saat ada kenderaan pengemudinya ngantuk, dia bisa terbangun, kita harap kecelakaan lalulintas berkurang," terang Dirlantas Polda Aceh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tkp-tabrakan.jpg)