Internasional
Menteri Kesehatan Afrika Minta Dunia Tidak Panik Atas Temuan Virus Omicron
Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla minta dunia tidak panik atas temuan Covid-19 varian Omicron di negaranya.
SERAMBINEWS.COM, PRETORIA - Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla minta dunia tidak panik atas temuan Covid-19 varian Omicron di negaranya.
Dia mengatakan dunia sama sekali tidak perlu panik, meskipun ada lonjakan kasus.
"Kami sudah pernah ke sini sebelumnya," ujar Joe Phaahla.
Dia merujuk pada varian Beta yang terdeteksi di Afrika Selatan pada Desember 2020, lansir BBCNews, Selasa (30/11/2021).
Afrika Selatan melaporkan 2.800 infeksi baru pada Minggu (28/11/2021), naik dari rata-rata harian 500 pada minggu sebelumnya.
Penasihat pemerintah dan ahli epidemiologi Afrika Selatan, Salim Abdool Karim memperkirakan kasus akan mencapai 10.000 orang per hari pada akhir minggu ini.
Baca juga: Dokter Afrika Selatan Klaim, Pasien Covid-19 Varian Omicron Memiliki Gejala Sangat Ringan
Dia mengatakan rumah sakit akan berada di bawah tekanan dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Dr Phaahla mengatakan dia ingin menegaskan kembali sama sekali tidak perlu panik karena ini bukanlah wilayah baru bagi dirinya.
“Kita sekarang sudah 20 bulan lebih berpengalaman dalam hal Covid-19, berbagai varian dan gelombangnya,” tambahnya dalam media briefing.
Sementara itu, Bandara utama Afrika Selatan di Johannesburg semakin sepi selama akhir pekan karena pembatasan mulai berlaku
Seperti Hannah Day yang terjebak di Pretoria.
Dia terbang ke Afrika Selatan minggu lalu setelah mendapat kabar bahwa putranya, yang tinggal di sana, berada di rumah sakit setelah digigit ular.
Dia sekarang pulih tetapi Day harus kembali ke Inggris untuk bekerja.
"Saya dapat mengasingkan diri, tetapi saya tidak mampu membayar untuk karantina," katanya kepada BBC.
Baca juga: Spanyol Karantina Wajib Pengunjung dari Tujuh Negara Afrika
WHO telah memperingatkan negara-negara yang terburu-buru memberlakukan pembatasan perjalanan harus melihat ke pendekatan berbasis risiko dan ilmiah.
Juru bicara kementerian luar negeri Afrika Selatan Clayson Monyela menggambarkan keputusan itu sangat disesalkan, sangat disayangkan.
Dia mengaku sangat sedih atas perlakukan negara lainnya yang memberlakukan larangan perjalanan.
Sementara, peraturan di Afrika Selatan mewajibkan mengenakan masker di depan umum.
Membatasi pertemuan di dalam ruangan hingga 750 orang dan pertemuan di luar ruangan hingga 2.000 orang.
Omicron kini telah terdeteksi di sejumlah negara di dunia, termasuk Inggris, Jerman, Australia, dan Israel.(*)
Baca juga: Dokter Paru-Paru AS Sebut Omicron Lebih Berbahaya, Dunia Bakal Hadapi Pandemi Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-afrika-selatan-di-supermarket.jpg)