Internasional
Utusan PBB Peringatkan Risiko Perang Baru Israel-Palestina Akan Pecah Lagi
Utusan Timur Tengah PBB memperingatkan risiko perang baru Palestina-Israel bakal pecah lagi. Dikatakan, tanpa tindakan cepat dan tegas untuk mengatasi
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Utusan Timur Tengah PBB memperingatkan risiko perang baru Palestina-Israel bakal pecah lagi.
Dikatakan, tanpa tindakan cepat dan tegas untuk mengatasi pendorong utama konflik Israel-Palestina, maka kawasan itu akan bergejolak lagi.
Bahkan, berisiko terjerumus ke dalam eskalasi kekerasan mematikan lainnya.
Utusan itu, Tor Wennesland mengatakan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, penting bagi para pihak untuk menenangkan keadaan di lapangan.
Terutama mengurangi kekerasan di seluruh wilayah Palestina dan menghindari langkah-langkah sepihak.
Seperti pembangunan pemukiman baru Israel, dan memperkuat gencatan senjata Mei yang mengakhiri konflik 11 hari Israel dan Hamas.
Baca juga: Jepang Janji Beri Hibah ke Palestina Rp 127 Miliar
Dilansir AFP, Rabu (1/12/2021), dia menyerukan tindakan segera untuk mengatasi krisis fiskal dan ekonomi yang parah yang mengancam stabilitas Palestina di Tepi Barat.
Tetapi dia memperingatkan:
“Bahkan paket keuangan penuh dan segera mungkin tidak cukup atau cukup cepat jika ada untuk membantu menyangga konsekuensi dari situasi saat ini.”
Wennesland mengatakan kepada wartawan setelah itu ada konsensus luas di antara 15 anggota dewan untuk mencegah kemungkinan konflik yang akan segera terjadi.
"Perlu ada dorongan balik pada kegiatan di dalam dan sekitar Jerusalem dan Tepi Barat," tambahnya.
Wennesland menegaskan stabilitas keuangan Otoritas Palestina harus diperbaiki agar dapat membayar gaji,
Sebagai koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Wennesland mewakili PBB pada pertemuan langsung pertama dalam dua tahun terakhir ini.
Utusan itu yang disebut sebagai mediator Kuartet Timur Tengah juga berada di Oslo, Norwegia pada 18 November 2021.
Sebuah pernyataan dari Kuartet, PBB, AS, Rusia dan Uni Eropa mendesak Israel dan Palestina mengatasi kekerasan yang sedang berlangsung.
Baca juga: Mesir Mulai Bangun Kembali Jalur Gaza yang Hancur Dibombardir Israel
Seperti pembangunan pemukiman Yahudi dan krisis fiskal yang tidak dapat dipertahankan di dalam Otoritas Palestina.
”Ini menyambut langkah-langkah yang diumumkan oleh Israel untuk menjangkau Otoritas Palestina dan membantu krisis fiskal” kata Wennesland.
Namun, dia menyampaikan keprihatinan mendalam pada perkembangan di Tepi Barat, Jerusalem Timur dan Jalur Gaza.
Palestina terus mencari negara merdeka di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Jerusalem Timur, wilayah yang direbut oleh Israel dalam perang 1967.
Israel menarik diri dari Gaza pada 2005 tetapi memberlakukan blokade yang melumpuhkan.
Wennesland pada Selasa (30/11/2021) menyerukan pendekatan terkoordinasi untuk memulihkan cakrawala politik.
Sehingga, akan membantu menghentikan siklus manajemen krisis tanpa akhir.
Kemudian, bergerak kembali ke negosiasi untuk mengakhiri pendudukan Israel.
Dia berharap dapat menyelesaikan konflik berdasarkan resolusi PBB, hukum internasional dan perjanjian sebelumnya.
Dia mengatakan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mendukung diadakannya pertemuan Kuartet di tingkat menteri.
Baca juga: Pengadilan Israel Hukum Pekerja Bantuan Wanita Asal Spanyol, Dituduh Mendanai Pejuang Palestina
Fokus pada masalah jangka menengah dan panjang untuk mencapai solusi dua negara.
"Tetapi kami belum sampai di sana," ujar Wennesland.
Dia menambahkan para utusan bekerja sangat keras dengan melakukan kontak mingguan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/utusan-timur-tengah-pbb-tor-wennesland.jpg)