Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Internasional

Arab Saudi Investigasi Epidemi Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron

Arab Saudi meluncurkan investigasi epidemi kasus pertama Covid-19 varian Omicron. Kerajaan bergabung dengan lebih dari 21 negara lain dalam mencatat

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Ruang vaksin Covid-19 di bandara Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Arab Saudi meluncurkan investigasi epidemi kasus pertama Covid-19 varian Omicron.

Kerajaan bergabung dengan lebih dari 21 negara lain dalam mencatat infeksi Omicron.

Setelah seorang warga negara Arab Saudi terbang dengan pesawat penumpang dari negara Afrika utara dinyatakan positif Omicron.

Orang itu ditempatkan dalam isolasi, bersama dengan sejumlah orang lain yang telah mereka hubungi, lansir Saudi Press Agency (SPA), Kamis (2/12/2021).

“Investigasi epidemiologis telah dimulai, dan kasus itu dikirim ke karantina, di mana prosedur kesehatan terakreditasi diikuti,” lapor SPA.

Selama konferensi pers, juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan masih banyak yang harus dipelajari tentang varian baru itu.

Dia memperingatkan agar tidak menyebarkan informasi palsu tentang Omicron.

Baca juga: Arab Saudi Temukan Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron

“Pakar kesehatan di seluruh dunia dan Kerajaan sedang memantau situasi dengan cermat," ujarnya.

"Masih lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk menentukan tingkat kematiannya," tambahnya.

"Pada tahap ini, pencegahan lebih baik daripada pengobatan dan kewaspadaan standar harus terus dilakukan,” jelasnya.

Dr. Abdullah Algaissi, seorang ahli virus dan asisten profesor di perguruan tinggi ilmu kedokteran Universitas Jazan, baru-baru ini mengatakan kepada Arab News:

“Berdasarkan apa yang kami ketahui dari pengurutan genetik, kami tidak memiliki informasi tentang virus Omicron.

"Apakah mutasi ini akan membuat virus lebih mematikan atau lebih mudah menular."

"Sampai sekarang, kami tidak tahu.”

Al-Aly menunjukkan pentingnya orang yang menyelesaikan program vaksinasi.

Dia merekomendasikan siapa pun yang telah menjalani enam bulan sejak suntikan kedua harus menerima booster.

Terutama bagia mereka yang sudah berusia di atas 65 tahun.

Baca juga: Brasil Melaporkan Kasus Covid-19 Varian Omicron Pertama di Amerika Latin

Pejabat kesehatan itu mengatakan dosis ketiga menawarkan peningkatan perlindungan terhadap Covid-19.

Bahkan, dapat mencegah infeksi atau penyakit dengan gejala lebih ringan.

Menurut Institut Kesehatan Nasional (CDC) AS, data dari uji klinis menunjukkan suntikan booster meningkatkan respons kekebalan.

Hal itu telah diuji coba pada seri primer Pfizer-BioNTech atau Moderna enam bulan sebelumnya.

Atau yang menerima vaksin dosis tunggal Johnson dan Johnson/Janssen dua bulan lebih awal.

Dengan peningkatan respons kekebalan, orang seharusnya meningkatkan perlindungan terhadap Covid-19, termasuk varian Delta.

Untuk Pfizer-BioNTech dan Johnson dan Johnson/Janssen, uji klinis juga mengungkapkan suntikan booster membantu mencegah Covid-19.

Hingga saat ini, lebih dari 47,4 juta dosis vaksin telah diberikan di Arab Saudi.

Al-Aly mendesak orang-orang untuk terus memeriksa status kesehatan mereka melalui aplikasi Tawakkalna.

“Masker terus menjadi tindakan perlindungan yang sangat penting terhadap infeksi apapun,” tambahnya.

Pejabat kesehatan ditempatkan di pelabuhan Kerajaan untuk memeriksa suhu penumpang yang tiba.

Berita kasus Omicron datang ketika Arab Saudi mencabut larangan perjalanan langsung dari India, Mesir, Pakistan, Brasil, Vietnam, dan Indonesia.

Baca juga: Persyaratan Masuk ke AS Diperketat, Khawatirkan Penyebaran Virus Omicron

Namun, kedatangan harus memasuki karantina institusional selama lima hari.

Pada Rabu (1/12/2021),m Kerajaan melaporkan 34 kasus Covid-19 dan 26 pemulihan.

Satu kematian tercatat, dan 39 pasien Covid-19 tetap dalam kondisi kritis.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved