Internasional
Kasus Baru Covid-19 Micron di Afrika Selatan Naik Berlipat Ganda
Pemerintah Afrika Selatan, Kamis (2/12/2021) mengakui kasus baru Covid-19 varian Omicron naik berlipa ganda.
SERAMBINEWS.COM, PRETORIA - Pemerintah Afrika Selatan, Kamis (2/12/2021) mengakui kasus baru Covid-19 varian Omicron naik berlipa ganda.
Pejabat kesehatan mengatakan Omicron telah menjadi dominan di Afrika Selatan dan mendorong peningkatan tajam dalam infeksi baru.
Sekitar 8.500 infeksi baru Covid-19 terdaftar dalam angka harian terbaru, seperti dilansir BBC, Kamis (2/12/2021).
Dimana, jumlah kasus hampir dua kali lipat dari 4.300 kasus yang dikonfirmasi pada hari sebelumnya.
Omicron kini telah terdeteksi di setidaknya 24 negara di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Afrika Selatan menjadi negara pertama yang mendeteksi varian baru itu yang sangat bermutasi.
Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) mengatakan lebih dari 70% dari semua genom virus yang diurutkan bulan lalu adalah varian baru Omicron.
Baca juga: Omicron Sudah Tiba Duluan di Belanda, Sebelum Afrika Selatan Lapor ke WHO
India , Ghana, Arab Saudi, dan UEA termasuk di antara negara-negara terbaru yang mengonfirmasi kasus Omicron pertama mereka.
Lainnya termasuk Inggris, AS dan Jerman juga melihat orang terinfeksi oleh varian baru.
Banyak pertanyaan tentang Omicron yang masih harus dijawab, termasuk seberapa besar perlindungan atas vaksin saat ini.
WHO telah mengkategorikannya sebagai varian yang menjadi perhatian.
Bahkan, menyebut ada bukti awal menunjukkan itu memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi.
Awal pekan ini, negara-negara di seluruh dunia membatasi perjalanan dari Afrika selatan ketika rincian penyebaran muncul.
Hal ini mendorong Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan menyebut negaranya sednag dihukum, bukannya memberi pujian atas temuan Omicron.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa juga mengatakan sangat kecewa dengan larangan perjalanan, yang dia gambarkan sebagai tidak dapat dibenarkan.
Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kemudian memperingatkan bahwa tindakan menyeluruh terhadap Covid akan menghukum Afrika selatan.
Baca juga: Pesawat dari Afrika Selatan Tiba di Sydney, Dua Penumpang Positif Omicron, Lainnya Dikarantina
Sementara itu, tingkat infeksi baru diperkirakan akan meningkat di tempat yang sekarang menjadi awal dari gelombang keempat di Afrika Selatan.
Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengatakan ada peningkatan dalam penerimaan pasien di rumah sakit.
Seperti varian sebelumnya, gambaran lengkap tidak akan menjadi jelas.
"Kecuali sampai orang menjadi sangat sakit sehingga harus pergi ke rumah sakit yang umumnya tiga, empat minggu kemudian," kata Prof Salim Abdool Karim dari Gugus Tugas Afrika untuk Covid-19.
"Tetapi umpan balik yang kami dapatkan dari lapangan, tidak ada tanda bahaya," ujarnya.
"Kami tidak melihat sesuatu yang berbeda secara dramatis, apa yang kami lihat adalah apa yang biasa kami lihat," katanya kepada program Newsday BBC.
Sebagian besar orang yang dirawat di rumah sakit di Afrika Selatan belum divaksinasi Covid-19.
Tidak ada kekurangan vaksin di negara ini, dan Ramaphosa telah mendesak lebih banyak orang untuk disuntik.
Baca juga: Presiden Afrika Selatan Kutuk Hukuman ke Negaranya, Usai Temukan Covid-19 Varian Omicron
Dia mengatakan ini tetap cara terbaik untuk melawan virus.
Sekitar 24% orang Afrika Selatan sejauh ini telah divaksinasi sepenuhnya.
Jauh lebih tinggi dari rata-rata 6% yang tercatat di seluruh benua Afrika pada Oktober 2021.
Tetapi lebih rendah dari rata-rata Eropa terbaru sebesar 54%.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suntikan-vaksin-covid-19-di-afrika-selatan1.jpg)