Pendidikan Berbasis Islam
MPD Harapkan Kepala Sekolah Bersama Komite Mampu Ciptakan Inovasi Keunggulan Berbasis Islam
Hal itu disampaikan Kepala Sekretariat MPD Aceh Utara, Dra Khadijah MM, saat menyampaikan sambutan dalam penutupan Diklat Pembinaan kepala sekolah...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) berharap Komite Sekolah dan Kepala Sekolah yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) pembinaan, wajib berkolaborasi untuk menciptakan keunggulan berbasis Islam.
Hal itu disampaikan Kepala Sekretariat MPD Aceh Utara, Dra Khadijah MM, saat menyampaikan sambutan dalam penutupan Diklat Pembinaan kepala sekolah dan komite sekolah gelombang II ,di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Kamis (2/12/2021).
“Diklat Pembinaan kepala sekolah dan komite sekolah bertujuan agar sekolah sekolah negeri yang tersebar di sejumlah kecamatan Aceh Utara mampu melahirkan dan menciptakan inovasi keunggulan, terutama yang berbasis Islam,” ujar Khadijah.
Menurut Kepala Sekretariat MPD Aceh Utara, kepala sekolah dan komite sekolah merupakan garda terdepan untuk menciptakan generasi unggul, paling tidak mampu mendidik anak-anak yang cerdas dan Islami.
“Unggul matematika, unggul fisika, unggul kimia dan unggul yang lainnya, tapi tetap berbasis yang Islami,” kata Khadijah.
Oleh karena itu paling tidak setiap sekolah satu saja memiliki keunggulan, dipastikan akan dilirik oleh masyarakat dan beramai-ramai anaknya masuk ke sekolah tersebut.
Khadijah juga menyampaikan bahwa kegiatan Diklat Pembinaan kepala sekolah dan komite sekolah dibagi dalam dua gelombang, dimulai dari 26 November sampai 2 Desember 2021 dengan jumlah 320 peserta, di tiga lokasi terpisah Hotel Lido Graha, Wisma Kuta Karang Baru dan Hotel Diana, Lhokseumawe.
Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdakab Aceh Utara, Dayan Albar SSTP saat menyampaikan sambutan penutupan diklat mengatakan sekolah harus mampu membangun inovasi pendidikan agar memiliki daya saing dan keunggulan.
“Apalagi di era revolusi industri 4.0, teknologi informasi berkembang pesat, bahkan di negara Jepang sudah 5.0, sehingga sekolah wajib membangun inovasi untuk menciptakan keunggulan disekolah masing-masing,” ujar Dayan.
Jika tidak, dikhawatirkan sekolah-sekolah tersebut akan ditinggalkan oleh masyarakat, karena orang tua dipastikan mencari tempat di mana sekolah yang lebih unggul dari sisi kualitas.
Apalagi, sekolah-sekolah swasta maupun dayah, lanjut Dayan Albar, sudah melangkah lebih maju dengan menciptakan keunggulan disetiap sekolah.
Untuk itu, sekolah negeri yang notabene milik pemerintah wajib mampu bersaing dan lahirkan inovasi cerdas.
“Untuk menciptakan keunggulan itu dibutuhkan sinergisitas antara kepala sekolah dengan komite sekolah,” kata Dayan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/asisten-aceh-utara-beri-sambutan.jpg)