Minggu, 3 Mei 2026

Pupuk Subsidi

Stok Menipis, Petani Padi di Aceh Bakal Alami Krisis Pupuk Subsidi

Fahrurrazi mengatakan, dari lima jenis kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat tersebut, dua jenis yaitu pupuk urea dan NPK, sangat dibutu

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Stok pupuk urea subsidi di sebuah gudang distributor di Aceh Besar yang hendak disalurkan ke kios pengecernya, setelah selesai pelatihan Aplikasi T-Pubers di Aceh Besar, Rabu (30/6/2021) 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah mengatakan, petani yang ingin terus menggunakan pupuk kimia, subsidi dan non subsidi urea dan NPK, untuk peningkatan produktivitas hasil panen gabahnya silahkan, sesuaikan dengan kemampuan keuangannya.

Namun begitu, kata Cut Huzaimah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, untuk meningkatkan produktivitas hasil panen gabah petani, tetap menganjurkan petani menggunakan pupuk organik.

Di beberapa kecamatan di Pidie, kata Cut Huzaimah, mulai musim tanam padi rendeng tahun ini, penggunaan pupuk organik, kembali diperkenalkan, dengan alasan untuk mengembalikan kesuburan lahan sawah yang sudah kurang gembur, akibat terus menerus menggunakan pupuk kimia.

Petani yang inggin menggunakan pupuk kimia, seperti urea dan NPK, untuk peningktan produktivitas hasil panen padinya, kata Cut Huzaimah, kita tidak melarangnnya.

"Tapi untuk pengembalian kesuburan tanah yang sudah mulai jenuh, akibat pemanfaatan pupuk kimia, kami anjurkan petani menggunakan pupuk organik," ujarnya.

Menggunakan pupuk organik, menurut Cut Huzaimah, selain biaya usaha taninya murah, hasilnya juga tinggi.

Di Aceh Tengah, sejumlah kelompok tani padi, tidak lagi menggunakan pupuk kimia untuk tamaman padinya, tapi sudah menggunakan pupuk organik.

Bulan lalu Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, kata Cut Huzaimah, bersama Pemerintah Kabupaten setempat melakukan panen padi oragnik. Hasil panennya cukup lumayan bagus.

“Karena itu, kita terus memprogramkan pengembangan tanaman padi menggunakan pupuk organik, untuk meningkatkan kesuburan dan kegemburan tanah lahan sawah menggunakan bakteri pengurai,”ujar Kadistanbun Aceh itu.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved