Breaking News:

Berita Bireuen

Tastafi Pandrah Gelar Pengajian, Ini yang Disampaikan Tu Sop

Pengajian tersebut digelar setiap malam Jumat awal bulan dan sudah berlangsung selama 6 tahun.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok Panitia
Pengurus Majelis Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqih (Tastafi) Kecamatan Pandrah gelar pengajian rutin di Masjid Besar Baitul Kiram Kecamatan setempat, Kamis (02/12/2021) malam. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pengurus Majelis Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqih (Tastafi) Kecamatan Pandrah  gelar pengajian rutin di Masjid Besar Baitul Kiram Kecamatan setempat, Kamis (02/12/2021) malam. 

Pengajian rutin tersebut kali ini menghadirkan Ketua Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop.

Humas BMU Al Fadhal  kepada Serambinews.com, Jumat (3/12/2021) mengatakan, pengajian tersebut digelar setiap malam Jumat awal bulan dan sudah berlangsung selama 6 tahun.

Peserta pengajian.diikuti oleh ibu-ibu jama'ah Sirul Mubtadin, sejumlah perangkat.gampong, para pemuda dan masyarakat lainnya yang tergabung dalam Majelis Pengajian Tastafi Kecamatan Pandrah. 

Dalam pengajian tersebut, Tu Sop mengu dengan materi kajian Kitab Minhajul 'Abidin karya Hujjatul Islam Imam Al Ghazali.

Tu Sop dalam menyampaikan materinya menyebut, Allah akan murka bila kita tidak menghargai dan melupakan kebaikan yang telah diberikanya, seperti disebutkan dalam QS Ibrahim ayat 7 yang artinya; jika kalian bersyukur, maka sungguh Aku akan tambah untuk kalian (akan nikmat). Dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksa-Ku sangatlah pedih.

Baca juga: Bocah 7 Tahun Tertembak Saat Tidur, Pelaku Oknum Polisi, Polda Gorontalo: Bripka MB Diperiksa Propam

Baca juga: Jokowi Tegur Kapolda dan Kapolres yang Sowan ke Ormas, YLBHI: Presiden Juga Anggota Ormas Tertentu

Disebutkan Tu Sop, menurut Imam Al Ghazali nikmat dunia itu terbagi dua macam, pertama nikmat mendapat manfaat, yaitu Allah SWT akan memberikan segala kesempurnaan kepada ummat manusia (didalamnya termasuk kesempurnaan fisik/tidak cacat anggota tubuh manusia meliputi tidak buta, sehat jasmani dan rohani).

Tu Sop menjelaskan didalamnya termasuk kesempurnaan dalam menikmati segala kelezatan makanan dapat dirasakan dengan normal, didalamnya meliputi kesempurnaan gigi, lidah dan seluruh alat perasa.

Kedua nikmat  jauh dari hal yang buruk yaitu Allah akan menjauhkan manusia dari hal-hal yang buruk dan allah akan menjauhkan segala halangan dan rintangan diantaranya Kesempurnaan fisik tubuh padamanusia, jauh dari penyakit selamat dari segala kejahatan dan bencana.

Semua yang telah kita sebutkan itu Allah berikan kepada kita, maka sungguh beruntung bagi kita yang mendapatkan keduanya, masih banyak diantara kita yang tidak mendapatkan kedua duanya.

Untuk itu ajak Tu Sop dengan  bersyukur kepada Allah atas kebaikan yang diberikan, jika nikmat itu kita lupakan, jika nikmat itu tidak dirasakan mustahil kita bersyukur. “Maka jangan lupa terhadap nikmat agar kita selalu bersyukur,” pesan Tu Sop.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved