Breaking News:

Milad GAM Ke-45 di Aceh Tamiang, Baja Minta Persoalan Bendera Dituntaskan

Milad GAM ke 45 di Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kampung Matangseuping, Kecamatan Bandamulia dibalut dengan kegiatan keagamaan dan penyantunan anak

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon saat menyantuni anak yatim di Milad GAM Ke-45, Sabtu (4/12/2021) 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Milad GAM ke 45 di Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kampung Matangseuping, Kecamatan Bandamulia dibalut dengan kegiatan keagamaan dan penyantunan anak yatim, Sabtu (4/12/2021).

Nuansa religius ini begitu kental karena lantunan zikir dan ayat suci mendominasi sebelum amanah Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al Haytar dibacakan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Teuming, Muhammad Nadir.

Amanah tersebut menyinggung rencana revisi UUPA yang sejauh ini tidak melibatkan GAM. Seharusnya kata Nadir, GAM merupakan pihak pertama yang wajib dilibatkan sesuai dengan Memorandum of Undestanding (MoU) Helsinki, 15 Agustus 2005. 

Baca juga: Milad GAM Ke-45, Bendera Bintang Bulan Dikibarkan di Kandang Lhokseumawe, Kemudian Diturunkan

"Jika ada upaya-upaya untuk menghilangkan makna dan amanat dari MoU yang dimaksud maka harus dianggap sebagai pengkhianatan terhadap perdamaian yang telah dicapai para pihak," kata Muhammad Nadir yang akrab disapa Baja.

Menurutnya upaya yang sedang dilakukan untuk merevisi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, ini sungguh membuat suasana yang tidak nyaman, baik bagi Aceh, maupun Indonesia. 

"Karena, berbagai substansi UUPA sebelumnya tidak dijalankan secara utuh, sekarang malah hendak direvisi," ujarnya.

Baja juga menyinggung persoalan bendera Aceh yang hingga kini tidak selesai.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Warga dari Dua Kecamatan Diminta Untuk Mengungsi

Padahal bendera merupakan  wujud kehususan Aceh yang nantinya harus dikibarkan di seluruh Aceh.

“Di mana kita ketahui bersama, telah ditetapkan dan disahkan oleh parlemen Aceh dengan terbitnya Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Bendera ini harus berkibar di seluruh kampung, sekolah dan instansi pemerintahan,” ungkapnya.

Secara umum peringatan Milad GAM ke 45 ini berlangsung penuh keakeraban dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang Tengku Helmi Ahmad, Ketua Harian PA Aceh Tamiang Nurul Alam, Ketua BRA Aceh Tamiang Agus Salim dan beberapa anggota DPRK Aceh Tamiang. (*)

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Naik, Berikut Daftar Harga Emas Per Gram, Sabtu (4/12/2021)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved