PWI Aceh
Dilantik di Sabang, Ini Pengurus PWI Aceh 2021-2026
Pelantikan Pengurus PWI Aceh hasil Konferensi Provinsi (Konferprov) XII tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Seminar Nasional
Pemred The Aceh Post itu menyampaikan bahwa kepengurusan PWI Aceh lima tahun ke depan didominasi anak muda.
Di jajaran pengurus harian saja, kata Nasir, dari 12 orang yang duduk di posisi itu, tujuh di antaranya adalah sosok-sosok berusia muda.
Kader PWI berusia muda juga mendominasi di 11 seksi. Dari 30 orang yang menyebar di berbagai seksi, lebih 80 persen adalah wajah-wajah muda dan masih fresh.
“Kita juga tak meninggalkan para senior termasuk tokoh pers dan praktisi media. Mereka adalah lentera bagi kita,” pungkasnya.
Semoga amanah
Ketum PWI Pusat, Atal S Depari, mengucapkan selamat kepada Nasir Nurdin dan pengurus PWI Aceh lainnya.
“Semoga pengurus PWI Aceh yang baru mampu mengemban amanah, tugas dan amal bakti yang diemban akan menjadi berkah,” ucap Atal.
Ia pun mengaku bahagia berada di tengah-tengah PWI Aceh, apalagi Wali Kota Sabang, Nazaruddin memberikan perhatian lebih kepada organisasi wartawawan terbesar di Indonesia tersebut.
“Peristiwa ini menjadi sebuah catatan manis Kota Sabang untuk pers nasional, terlalu membekas di hati,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo), Marwan Nusuf, turut mengucapkan selamat kepada Nasir Nurdin dan seluruh jajaran pengurus yang baru.
“Kami dengar kepengurusan PWI Aceh yang baru diisi lebih banyak oleh wartawan muda yang energik. Semoga dengan semangat muda para pengurus baru dan bimbingan para senior, PWI Aceh kian tangguh dalam berkiprah sesuai tuntutan profesi dan menyegarkan publik Aceh dengan karya yang mencerahkan dan menginspirasi khalayak,” ujar Marwan.
Ia menilai, PWI dan semua anggota yang tersebar di seluruh Aceh, telah mengawal proses demokrasi dan pelaksanaan pembangunan serta tak henti mengedukasi publik Aceh.
Sebagai organisasi profesi wartawan tertua, lanjut Marwan, PWI telah menyertai rakyat sejak masa awal kemerdekaan. Artinya, hingga saat ini, PWI telah 74 tahun mengisi ruang edukasi publik dengan segala dinamikanya.
“Kehadiran rekan-rekan wartawan bukan hanya menghadirkan berita hangat untuk menemani kopi pagi seperti tradisi di masa lalu. Namun jejak langkah mereka dalam kancah perjuangan bangsa, terbukti solid dan nyata,” ujarnya.
Oleh sebab itum Marwan meyakini, di tengah banyaknya informasi dan kemudahan setiap orang memproduksi berita dan informasi, PWI akan berdiri di garda terdepan untuk menjaga setiap berita yang dipublikasi dengan fakta dan informasi sahih, yang sampai ke para pembaca, pemirsa dan pendengarnya.
“Semoga PWI senantiasa bersedia menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh, dan semua perusahaan pers tempat para anggota PWI bernaung akan terus berkembang secara baik dan mampu menjawab tantangan pelik di era disrupsi sekarang ini,” pungkasnya.(*)