Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kapolda Perintah Copot 4 Penyidik Polres Bener Meriah, Terkait Kasus Dugaan Aniaya Tahanan

Menurut Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, hal itu dilakukan sebagaimana perintah Kapolda Aceh.

Penulis: Subur Dani | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. 

Menurut Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, hal itu dilakukan sebagaimana perintah Kapolda Aceh.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pihak Propam Polda Aceh mengamankan empat oknum polisi dari Polres Bener Meriah karena diduga telah melakukan kekerasan atau menganiaya seorang tahanan kasus penadahan yang sedang ditangani Satreskrim polres tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, hal itu dilakukan sebagaimana perintah Kapolda Aceh.

Bahkan, Kapolda juga memerintahkan agar empat oknum itu dicopot dari jabatannya sebagai penyidik untuk diperiksa secara intensif di Polda Aceh.

"Kita sudah menurunkan Propam untuk melakukan penyelidikan dalam kasus ini. Perintah Pak kapolda sudah jelas, kita amankan ke empat oknum itu ke Polda Aceh kemudian kita demosi mereka, kita copot jabatan yang bersangkutan dari penyidik agara bisa dilakukan pemeriksaan secara intensif," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si, dalam wawancaranya ke media di Polda Aceh, Senin (6/12/2021).

Winardy mengatakan, Polda Aceh serius  dalam menangani setiap pelanggaran/pidana yang dilakukan oleh oknum anggota Polda Aceh.

"Dan akan memberikan tindakan atau punishment sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku," pungkasnya.

Ditanya apakah ke empat oknum itu hanya akan dikenakan etik kepolisian atau pidana, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si, menjelaskan tidak menutup kemungkinan jika terbukti bersalah para terduga ini akan dikenakan kedua-duanya.

Baca juga: Ditabrak Terobos Perlintasan Kerata Api di Medan, Sopir Angkot Ternyata Mabuk, 4 Penumpang Tewas

Baca juga: Ibu dan Anak Meninggal Berpelukan

"Jadi istri korban  juga sudah melapor ke Ditreskrimum. Jadi ini paralel kita lakukan penyelidikan, antara Ditreskrimum dan juga Propam (etik).

Kalau di Ditkrimum butuh proses penyelidikannya, panjang. Jadi kita tunggu hasil Propam dulu, tapi tetap dengan cara paralel, ini dua-dua kita akan tetapkan, pidana umum dan kode etik jika terbukti melakukan aniaya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan yang dilakukan oknum tersebut menjadi heboh karena tahanan atas nama Saifullah (46), warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara meninggal dunia pada Jumat (3/12/2021) dalam perawatan di RSUDZA, setelah sempat koma di RSUD Muyang Kute Bener Meriah.

Kasus itu sendiri terkuak pada Jumat (3/12/2021), saat istri korban membuat laporan ke SPKT Polda Aceh atas kasus penganiayaan yang menyebabkan suaminya meninggal dunia tersebut.(*)

Baca juga: Pria Bertato Tewas Dibakar Hidup-Hidup, Polres Binjai Tangkap Pelaku

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved