Breaking News:

Polda Amankan Oknum Polisi Terlibat Penganiayaan Tahanan

Propam Polda Aceh mengamankan oknum polisi dari Polres Bener Meriah, karena diduga telah menganiaya seorang tahanan

Editor: hasyim
Kiriman Kombes Pol Winardy      
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy SH SIK MSi 

YARA: Usut dan Tindak Tegas

BANDA ACEH - Propam Polda Aceh mengamankan oknum polisi dari Polres Bener Meriah, karena diduga telah menganiaya seorang tahanan kasus penadahan yang sedang ditangani Satreskrim Polres tersebut.

Kasus ini menjadi heboh karena tahanan atas nama Saifullah (46), warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, meninggal dunia pada Jumat (3/12/2021) dalam perawatan di RSUZA, setelah sempat koma di RSUD Muyang Kute Bener Meriah.

Kasus itu terkuak pada Jumat (3/12/2021), saat istri korban membuat laporan ke SPKT Polda Aceh atas kasus penganiayaan yang menyebabkan suaminya meninggal dunia.

"Bahwa benar ada laporan masyarakat ke Polda Aceh tentang terjadinya penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Bener Meriah," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy SH SIK MSi yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (5/12/2021).

Terhadap laporan tersebut, Winardy mengatakan, hal itu sudah ditindaklanjuti oleh Propam Polda Aceh dan Ditreskrimum Polda Aceh dengan melakukan penyelidikan.

"Saat ini Propam Polda Aceh telah mengambil langkah pemeriksaan, termasuk mengamankan oknum Polres BM di Polda, yang kemudian akan ditindaklanjuti mencopot jabatan oknum tersebut agar mereka bisa diperiksa secara intensif di Polda Aceh," katanya.

Winardy mengatakan, Polda Aceh serius dalam menangani setiap pelanggaran/pidana yang dilakukan oleh oknum anggota Polda Aceh, dan akan memberikan tindakan atau punishment sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

Berdasarkan informasi dan laporan SPKT yang sempat beredar, Saifullah (46), warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara menghembuskan napas terakhir dalam perawatan medis di RSUZA Banda Aceh, Jumat (3/12/2021).

Saifullah meninggal dunia setelah sebelumnya sempat mengalami koma yang diduga berat akibat dianiaya oleh seorang oknum polisi Polres Bener Meriah.

Awalnya, ia dirawat di RSUD Muyang Kute Bener Meriah, lalu terpaksa harus dirujuk ke RSUZA untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.

Kasus ini terkuak saat istri Saifullah berinisial NL membuat laporan ke SPKT Polda Aceh pada Jumat (3/12/2021). Dalam laporannya dengan nomor Nomor: LP/B/ 260 / XII /2021/SPKT/POLDA ACEH,  NL melaporkan bahwa suaminya Saifullah awalnya ditangkap Sat Reskrim Polres Bener Meriah atas kasus dugaan penadahan.

Ia ditangkap oleh Satreskrim Polres Bener Meriah di SPBU Diski KM 16 Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang pada 22 November 2021. NL juga mengakui, suaminya ditangkap karena dugaan kasus penadahan di SPBU itu.

Pada saat dilakukan penangkapan, seorang saksi mengatakan pada pelapor (NL), bahwa korban dipukuli di depan anaknya dan kemudian langsung dibawa.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved