Breaking News:

Udang Vaname

DKP Abdya Produksi Benur, Akmal Ibrahim: Ini Kabar Gembira untuk Pengusaha Udang Vaname Barsela

“Dengan adanya produksi dari DKP Abdya yang berkualitas super ini, mereka tidak perlu menunggu beberapa hari untuk mendapatkan benur vaname...

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAT SAPUTRA
ILUSTRASI Kolam udang vaname menggunakan terpal atau bioflok berukuran 25x20 milik warga di Gampong Blangpadang, Kecamatan Tangan-Tangan. DKP Abdya Produksi Benur, Akmal Ibrahim: Ini Kabar Gembira untuk Pengusaha Udang Vaname Barsela. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH menyambut baik atas keberhasilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat yang memproduksi 1 juta benur vaname dalam tahap uji coba. 

“Alhamdulillah, ini kabar gembira untuk pengusaha udang vaname Barsela, dan ini merupakan cita-cita saya,” ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH.

Karena, kata Akmal, selama ini para pengusaha udang vaname di bumo breuh sigupai dan beberapa kabupaten lainnya yang sudah mulai membudidaya udang vaname, harus membeli benur udang vaname kualitas superior ke luar daerah, bahkan hingga luar Provinsi Aceh. 

“Dengan adanya produksi dari DKP Abdya yang berkualitas super ini, mereka tidak perlu menunggu beberapa hari untuk mendapatkan benur vaname, tentu dengan harga yang lebih murah,” katanya.

Menurut Akmal, budidaya udang vaname adalah bisnis yang menggiurkan, dan sudah banyak masyarakat yang berhasil dalam budidaya udang vaname tersebut. 

Bahkan, Akmal sering menyampaikan kepada masyarakat dan para pengusaha dalam forum-forum pertemuan, budidaya udang vaname itu, tidak ubahnya bisnis sabu, karena mendapatkan untung yang sangat besar dan bisa membuat orang kaya. 

“Tapi bedanya, kalau sabu, adalah perbuatan melawan hukum dan penjara tempatnya, kalau vaname hasilnya halal dan kita hidup tenang,” ungkapnya.

Tak heran, sebut Akmal, saat ini tanah yang berada di pesisir pantai, yang dulunya terlantar kini sudah disulap menjadi kolam udang vaname.

“Dulu, saya beli tanah di pesisir pantai itu, Rp 10 juta hingga Rp 40 juta per hektare, sekarang sudah Rp 100 juta lebih, tapi dibeli juga, begitulah menggiurkan budidaya vaname ini,” sebut Akmal yang juga pengusaha udang vaname tersebut.

Akmal berharap, ke depan DKP Abdya bisa memproduksi benur vaname dalam jumlah besar, selain bisa menambah pendapatan asli daerah, juga bisa memenuhi kebutuhan pengusaha udang vaname di pantai Barat Selatan yang saat ini terus berkembang dan bertambah. 

“Kita berharap ke depannya, hasilnya bisa terus meningkat setiap siklus produksi, dan mampu memenuhi kebutuhan para pengusaha udang di barat selatan, bahkan luar Aceh,” pungkas mantan Redpel Harian Serambi Indonesia tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved