Internasional
Israel Bekukan Rencana Pembangunan Pemukiman Yahudi di Bekas Bandara Jerusalem Timur
Pemerintah Israel akhirnya membekukan rencana pembangunan pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Lokasi pembangunan direncanakan di sebuah bandara yang
Palestina ingin Jerusalem Timur menjadi ibu kota negara masa depan termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang juga direbut Israel dalam perang itu.
Israel memandang seluruh Jerusalem sebagai ibu kotanya yang bersatu.
Israel mengatakan perlu membangun perumahan untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah.
Orang-orang Palestina memandang perluasan pemukiman Israel sebagai pelanggaran hukum internasional dan hambatan bagi perdamaian.
Seperti Proyek Atarot yang dianggap sangat merusak karena terletak di jantung pusat populasi Palestina.
Presiden AS Joe Biden telah berulang kali mengkritik pembangunan pemukiman.
Biden mengatakan hal itu akan menghambat dimulainya kembali proses perdamaian, tetapi Israel terus memajukan rencana pemukiman.
Baca juga: Warga Palestina Tolak Diusir dari Jerusalem oleh Pemukim Yahudi
Lebih dari 200.000 pemukim Israel tinggal di Jerusalem timur dan hampir 500.000 tinggal di permukiman yang tersebar di Tepi Barat yang diduduki.
Perdana Menteri Israel saat ini, Naftali Bennett, adalah pendukung kuat pemukiman dan menentang status negara Palestina.
Tidak ada pembicaraan damai yang substantif selama satu dekade lebih.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/lokasi-pembangunan-pemukiman-yahudi.jpg)