Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Presiden Ukraina Puji Militer, Siap Hadang Serangan Moskow, Temui Tentara di Perbatasan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan kunjungan ke garis perbatasan negaranya dengan Rusia.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/Kantor Pers Kepresidenan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan) menyalami salah seorang tentara di perbatasan dengan Rusia pada Senin (6/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan kunjungan ke garis perbatasan negaranya dengan Rusia.

Dia menegaskan pasukannya akan mampu menangkis serangan potensial dari Moskow.

Hal itu seiring ketegangan makin meningkat, karena penumpukan pasukan Rusia dekat perbatasan Ukraina, seperti dilansir AFP, Selasa (7/12/2021).

Presiden Ukraina juga memuji tentaranya sebagai kekuatan yang sangat cakap dan terorganisir.

Dia merasa yakin mampu menggagalkan rencana ekspansionis musuh.

"Prajurit Ukraina terus melakukan misi terpenting mereka untuk melindungi kebebasan dan kedaulatan negara dari agresor Rusia," kata Zelenskyy.

Konflik dengan pemberontak yang didukung Rusia di jantung industri timur Ukraina meletus beberapa minggu lalu.

Setelah pencaplokan Semenanjung Krimea oleh Moskow pada 2014.

Baca juga: VIDEO - Rusia Gelar Latihan Militer Musim Dingin Dekat Ukraina

Mengenakan baju besi dan helm khaki, Zelenskiy terbang ke timur untuk berjabat tangan dengan tentara di garis depan di wilayah Donetsk.

Tempat tentara Ukraina memerangi pasukan yang didukung Rusia dalam konflik yang menurut Kiev telah menewaskan 14.000 orang sejak 2014.

Dia kemudian terbang ke Kharkiv, sebuah kota dekat perbatasan timur laut Ukraina dengan Rusia.

Juga sebagai pusat tradisional pembuatan senjata, untuk menandai pengiriman tank, pengangkut lapis baja dan kendaraan lapis baja yang dibuat di pabrik-pabrik itu.

Berdiri di depan barisan tentara, tank, dan pesawat di alun-alun utama kota pada Senin (5/12/2021) malam, Zelenskiy minta militer melengkapi diri dengan bantuan NATO.

Ukraina, bekas republik Uni Soviet yang sekarang bercita-cita bergabung dengan Uni Eropa dan NATO, menerima rudal anti-tank Javelin dari Amerika Serikat.

Kemudian, pesawat tak berawak canggih dari Turki.

Baca juga: Rusia Hentikan Jaringan Distribusi Gas ke Eropa, Pasukan Dikerahkan ke Perbatasan Ukraina

Termasuk menandatangani kesepakatan dengan Inggris untuk membangun kapal dan pangkalan angkatan laut baru di pantai selatan Ukraina. .

Sedangkan beberapa kota di Ukraina memperingati 30 tahun pembentukan militer independen setelah memenangkan kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991.

"Hari ini, bersama dengan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, saya di sini di Kharkiv di Lapangan Kebebasan," kata Zelenskiy dalam sebuah pidato.

"Ini penting, karena kebebasan bagi kami adalah nilai terbesar," katanya.

Dia menambahkan itu sebagai simbol negara, seluruh Ukraina.

"Telah dipertahankan dari agresi Rusia pada 2014 oleh tentara kami dan terus dipertahankan oleh tentara kami saat ini," harapnya.

Kyiv, Lviv dan kota pelabuhan selatan Odessa memajang Humvee buatan AS.

Di Odessa, ada juga upacara penyerahan dua kapal patroli Penjaga Pantai AS yang baru-baru ini dikirim untuk memperkuat Angkatan Laut Ukraina.

Baca juga: Menteri Pertahanan AS Minta Penjelasan Rusia, Pasukan Ditumpuk di Perbatasan Ukraina

Ukraina telah mendesak NATO mempercepat masuknya ke dalam aliansi militer.

Ukraina menegaskan Moskow tidak memiliki hak untuk memveto langkah tersebut.

Kepemimpinan NATO telah mendukung tetapi mengatakan Ukraina harus melakukan reformasi pertahanan dan mengatasi korupsi terlebih dahulu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved