Internasional
Amerika Serikat Siapkan Anggaran Rp 4,5 Triliun, Bantuan Vaksin Covid-19 ke Negara Lain
Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan membantu negara-negara berkembang dan miskin untuk vaksin Covid-19.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan membantu negara-negara berkembang dan miskin untuk vaksin Covid-19.
Badan Pembangunan Internasional AS, atau USAID, mengumumkan program Global VAX barunya.
Dimana, akan menginvestasikan $315 juta, sekitar Rp 4,5 triliun untuk mendukung program kesiapan vaksin Covid-19, seperti dilansir AP, Rabu (8/12/2021).
Selain itu, juga disiapakan $10 juta untuk pembuatan vaksin dalam negeri dan $75 juta untuk memberikan sumber daya menyelamatkan jiwa seperti oksigen.
Inisiatif ini akan memprioritaskan peningkatan dukungan ke negara-negara di Afrika sub-Sahara.
Di mana tingkat vaksinasi tetap sangat rendah dibandingkan bagian lain dunia.
Baca juga: WHO Minta Produsen Obat Gunakan Varian Delta Sebagai Dasar Vaksin Covid-19 Omicron
Kesenjangan vaksin Covid-19 telah terjadi di seluruh dunia.
Padahal, telah diperingatkan oleh para ahli kesehatan sejak awal pandemi Covid-19.
Sementara itu, negara-negara kaya dengan cepat memvaksinasi populasi mereka dan membeli dosis.
Sedangkan negara-negara lain diproyeksikan tidak memiliki akses yang lebih luas untuk vaksin hingga akhir 2022 atau 2023, menurut Organisasi Kesehatan Dunia(WHO).
Beberapa negara masih berjuang untuk mengelolanya.
Baca juga: Covid-19 Varian Omicron Mulai Menyebar, Saatnya Beralih ke Masker N95
Seperti Nigeria, hingga satu juta dosis vaksin Covid-19 kedaluwarsa tanpa digunakan bulan lalu, menurut laporan Reuters.
Sebelum pengumuman Global VAX, AS menjanjikan 1,2 miliar dosis untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
"AS telah mengirimkan lebih banyak vaksin secara gratis daripada gabungan semua negara lain di dunia," kata Presiden Joe Biden.
Namun, kurang seperempat dari 1,2 miliar dosis itu yang telah diberikan.
Namun, jalur Omicron, yang telah dikonfirmasi di 19 negara bagian AS, menunjukkan Amerika rentan di mana pun varian baru pertama kali muncul.(*)
Baca juga: Presiden Afrika Selatan Tuduh Pemimpin Dunia Munafik, Beri Tahu Omicron Langsung Diisolasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0212presiden-as-joe-biden.jpg)