Suplai Solar ke SPBU Tersendat
Dalam dua hari ini, Senin dan Selasa (6-7/12/2021) antrean panjang kendaraan pengguna BBM jenis Solar terlihat
* Terjadi Antrean Panjang Kendaraan
BANDA ACEH - Dalam dua hari ini, Senin dan Selasa (6-7/12/2021) antrean panjang kendaraan pengguna BBM jenis Solar terlihat di sejumlah SPBU di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Penyebabnya karena distribusi solar bersubsidi (biosolar) dari Depo Pertamina Krueng Raya ke sejumlah SPBU tidak lancar.
Bahkan untuk mendapatkan solar, tidak jarang sopir kendaraan harus berburu ke beberapa SPBU, namun hasilnya nihil.
Mereka tetap harus mengantre panjang.
Sebagaimana dituturkan M Isa, sopir truk interkuler kepada Serambi, Selasa (7/12/2021).
Dia mengaku sejak pagi sudah keluar dari Kompleks Silo Pemuatan Semen Padang, di Pelabuhan Krueng Raya, Aceh Besar, untuk mengisi bahan bakar.
Namun sudah tiga SPBU yang dikunjunginya, tapi biosoilar yang dibutuhkannya kehabisan stok.
SPBU pertama yang didatanginya adalah SPBP Lamnyong.
Informasi yang dia terima persediaan solar di SPBU itu sudah habis sejak Senin (6/12/2021).
Begitu juga ketika Isa mengadu keberuntungan untuk mendapatkan solar di SPBU Gampong Pante, Aceh Besar.
“Di SPBU ini juga saya tak mendapatkan solar.
Menurut petgas, mereka sudah mengorder, tapi belum tiba,” katanya.
Kondisi serupa juga didapati Isa ketika mendatangi SPBU Luengbata, Banda Aceh.
Di SPBU ini juga solar sudah habis sejak pagi, dan jelang tengah hari belum juga ada.
Keluhan serupa juga dilontarkan Abdurrahman, sopir truk pengangkut air mineral.
Pada pukul 09.00 WIB saat mendatangi SPBU Luengbata, namun dia tak mendapatkan solar.
SPBU Luengbata, sebutnya, sudah kehabisan solar sejak pukul 08. 30 WIB.
Baca juga: Suplai Solar Tak Lancar, Antrean Truk Terjadi di SPBU Banda Aceh dan Aceh Besar
Baca juga: Sudah Dua Pekan Solar Langka di Aceh Tamiang, Nelayan Terancam Gagal Melaut
Erwan, petugas SPBU Luengbata mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan normal, per harinya dibutuhkan sebanyak 13-16 kiloliter (KL) solar.
Sementara yang dikirim Pertamina ke SPBU dalam dua hari terakhir, dari Depo Meulaboh, Aceh Barat, hanya 8 KL (8.000 liter).
Padahal sebelumnya mereka mendapat kiriman 16 KL dari Depo BBM Pertamina Krueng Raya, Aceh Besar.
Karena jumlah solar subsidi yang dikirim tidak sesuai kebutuhan lapangan, otomatis solar subsidi yang dikirim Pertamina cepat habis.
“Belum sampai tiba pasokan yang baru, stok solar yang lama sudah habis,” ujar Erwan.
Ungkapan serupa juga dilontarkan Nanda, petugas SPBU Lamsayeun.
Dikatakan, dalam minggu ini, SPBU-nya hanya mendapat kiriman solar susbsidi sebanyak 8 KL, dari sebelumnya 16 KL.
Karena volume BBM yang dikirim dibawah kebutuhan harian, sudah dipastikan masa penjulannya jadi pendek.
“Akibatnya, terjadi antrean panjang kendaraan yang ingin mendapatkan biosolar,” terangnya.
Pertamina Tetap Kirim
Terpisah, Sales manager Pertamina Banda Aceh, Sonny Indro Prabowo mengatakan, pihaknya tetap mengirimkan solar ke SPBU di Kota Banda Aceh dan Aceh Bersar.
“Soal dari mana sumber pengirimannya, pertamina yang mengatur,” terangnya.
Baca juga: Suplai Solar Kembali Normal, Pertaminan Diminta Pantau BBM Bersubsidi
Baca juga: Antisipasi Kelangkaan Solar Subsidi, Pemerintah Aceh akan Surati BPH Migas untuk Penambahan Kuota
Dikatakan, karena stok solar di Banda Aceh dan Aceh Besar sudah menipis dalam dua hari ini, untuk kebutuhan diambil dari Depo Pertamina Meulaboh.
Karena jarak pengambilan sejauh 250 Km, sudah pasti waktu pengantarannya jadi lama.
“Setelah Depo BBM Pertamina di Krueng Raya kembali mendapat tambahan solar subsidi, hari ini atau besok, kiriman solar subsidi ke SPBU akan disuplai kembali secara normal,” tandas Sonny.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/truk-interkuler-dan-mini-bus-penumpang-men.jpg)